Jumat, 14 September 2012

Menghadapi Anak Yang Suka Membangkang

Anak balita anda sekarang sering membantah? Tak usah gemas apalagi sampai hilang kesabaran, sikap membantah yang menjadi-jadi di usia prasekolah akan hilang dengan sendirinya bila orang tua tahu bagaimana menghadapinya secara tepat. Sebagaimana diungkapkan Ibu Ery Soekresni,Psi yang membagikan pengalaman dan tips dalam menangani anak-anak yang suka membantah.
“Dina, sudah jam empat, waktunya mandi!” seru Sari kepada anaknya yang berusia 4 tahun. Dina membalas, “Enggak mau ah. Aku kan tadi sudah mandi!” “Tadi itu mandi pagi, Dina!” “Tapi itu kan juga mandi! Aku enggak mau mandi lagi.” Wah, sebagai orang tua kita memang harus berusaha sabar menghadapi si prasekolah, karena jarang sekali mereka mau memenuhi permintaan orang tua tanpa argumentasi atau bantahan. Ery Soekresno, Psi., berkomentar, memang begitulah mereka; suka sekali membantah-suka sekali membangkang.
Namun menurutnya, hal ini bukan tidak ada penyebabnya. Ery menuturkan beberapa faktor yang bisa menjadi akar permasalahan kenapa si kecil sering kali menggerogoti kesabaran orang tuanya:
1. Fase membangkang/membantah
Pada usia sekitar 4 tahun, kemampuan motorik kasar, motorik halus dan kemampuan berbicara anak sudah berkembang pesat. Disamping itu mereka tengah berada pada tahap agresif secara fisik dan verbal; senang memukul, menggigit, menendang, sekaligus juga berkata-kata “negatif”, seperti mengatakan, “Mama jahat”, “Kakak nakal!” Ini karena si prasekolah menggunakan kemampuan berbahasanya untuk menghadapi masalah atau sesuatu yang tak diinginkannya. Umpamanya, kasus Dina yang membantah ketika disuruh mandi. Bisa jadi karena pada saat yang bersamaan dia sedang bermain. Jadi dengan mandi berarti dia mesti meninggalkan keasyikannya.
2. Ingin menguji orang tua
Banyak hal yang menyebabkan anak “menguji” orang tuanya. Si prasekolah merasa tak diperhatikan, misalnya. Anak berpikir dengan cara membantah dan bersikap negativistik maka diharapkan orang tua akan memperhatikannya lagi.
3. Mulai memahami dunia
Di usia 3-5 tahun, anak mulai belajar menerima dan menyadari bahwa dirinya tak bisa mengendalikan semuanya. Seperti diketahui, saat batita, anak begitu egosentris; merasa dunia selalu berpusat padanya dan dia dapat mengatur segalanya. Nah, di usia prasekolah, mereka mulai belajar menerima keadaan yang ternyata tak bisa lagi diatur sesuai keinginannya. Ternyata ada hal-hal di luar kekuasaannya. Dia mulai dikenai berbagai peraturan orang tua; kapan harus tidur, kapan sekolah, kapan makan, dan kapan boleh bermain.
4. Mulai mampu berpikir secara abstrak
Anak usia 4-5 tahun mulai memiliki kemampuan berpikir abstrak. Wawasan berpikirnya sudah makin luas. Dia mulai mendapat berbagai informasi dari aneka sumber. Namun, yang dilakukannya masih meraba-raba, kadang benar kadang salah. Dalam istilah lain, keputusan dan tindakan yang diambilnya masih bersifat hitam-putih.
5. Pengaruh lingkungan
Orang tua mungkin merasa sudah memberikan contoh yang baik kepada anak, tapi ternyata si kecil tetap saja suka membantah. Salah satu penyebabnya adalah pengaruh lingkungan; bisa di sekolah atau di rumah. Anak mencontoh perilaku membangkang dari orang lain. Atau mungkin karena penerapan pola asuh orang tua yang tidak tepat sehingga menyebabkan anak selalu melakukan penolakan dan sikap yang negatif seperti itu.
BUTUH KESABARAN
Agar bisa sabar, Eri mengimbau para orang tua untuk menyimak informasi mengenai tahapan tumbuh-kembang anak. Ya, mereka memang seperti itu adanya. Lagi pula kadang-kadang bantahan anak dilatarbelakangi alasan yang kuat, kok. Jadi, orang tua juga mesti mencari penyebab mengapa si kecil membangkang. Berikut ini bentuk-bentuk bantahan si prasekolah dan cara menghadapinya:
1. Menolak makan
Penyebab:
* Anak jadi ogah menyantap makanan karena awalnya mungkin orang tua terkesan memaksa.
* Menu yang disajikan dirasa membosankan.
Cara mengatasi:
* Bujuk anak, “Kakak mau makan jam berapa?” atau “Sudah waktunya makan. Kakak mau makan apa?”
* Berikan menu makanan yang variatif untuk memancing selera makannya.
2. Tak mau tidur tepat waktu
Penyebab:
Si prasekolah memang senang tawar-menawar. Misalnya, dia tak mau tidur tepat jam 8 malam. Maunya tidur jam 10. Alasan yang dilontarkan beragam, misalnya karena belum ngantuk, ingin nonton dulu acara televisi yang menarik, menunggu ayah atau ibu pulang dari kantor, atau meniru ayah dan ibu yang memang biasa tidur jam 10 malam.
Cara mengatasi:
* Jelaskan bahwa jam 8 malam memang waktunya tidur. Itu sebuah peraturan yang mesti ditaati. Kalaupun ia belum mengantuk, anak tetap harus masuk kamar. “Kalau kamu belum ngantuk tak apa-apa. Tapi tetap harus masuk kamar.”
* Beri kesempatan ia tidur larut di hari-hari spesial. Misalnya, di malam minggu anak boleh terjaga hingga jam 10 malam. Dengan begitu, anak tak akan membantah lagi atau tawar-menawar karena dia sudah punya alternatif waktu, kapan boleh tidur larut malam.
3. Tak mau mandi
Penyebab:
Menurut Ery, anak usia 4-5 tahun kadang memang suka penampilan yang “jorok”. Salah satunya dengan cara tak mau mandi. Memaksa tak akan menyelesaikan masalah, kecuali menetapkan strategi lain.
Cara Mengatasi:
* Orang tua mesti memperhatikan situasi atau kondisi si kecil. Kalau ia tengah asyik bermain, coba beri waktu beberapa menit untuk ia menyelesaikannya. “Kak, nanti kalau jarum jamnya di angka 10, Kakak mandi ya. Sekarang terusin dulu mainnya!”
* Menerapkan aturan jam mandi. Jika waktu mandi ditetapkan pada jam 4 sore, maka 15 menit sebelum jam mandi anak sebaiknya sudah diingatkan. Dengan begitu, ia diberi waktu untuk bersiap-siap menyelesaikan aktivitasnya saat itu.
* Berikan contoh yang baik atau teladan kepada anak. Biasanya anak tak mau mandi kalau ayah/ibu juga belum mandi. Alasan apa yang akan Anda kemukakan kalau anak balik mengingatkan, “Ibu juga, kan, belum mandi?”
JANGAN DIDIAMKAN
Walau begitu, menurut Ery, anak yang suka membangkang perlu ditangani. Bukan apa-apa, kalau dibiarkan mereka akan mempertahankan sikap kerasnya dan terbiasa membangkang. Anak akan menganggap memang begitulah caranya menyikapi hidup. Agar dampak negatif seperti itu bisa dihindari, orang tua sebaiknya peka terhadap kebutuhan anak.
Si kecil yang suka membangkang dapat ditangani dengan cara-cara berikut:
* Komunikasi aktif
Sikap membangkang anak bisa direndam dengan selalu mengajaknya berkomunikasi aktif. Ajukan setiap peraturan dengan disertai penjelasan. “Kakak perlu mandi karena badan Kakak kan kotor habis main seharian.” Komunikasi semacam itu akan menyurutkan sikap membangkang anak karena ia paham akan konsekuensi bila ia tak melakukan peraturan itu. Misalnya, “Kalau aku enggak mandi nanti badanku kotor. Itu kan berarti mengundang penyakit. Wah, bisa-bisa nanti aku sakit, terus enggak bisa main dong!”
* Selalu diberi pilihan
Jangan sekali-kali mendikte anak. Berikan instruksi dengan gaya mengajak. “Nak, Ini sudah jam berapa? Gimana kalau mandi dulu? Nanti keburu sore, lo.” Intinya, ciptakan cara kreatif adalah membujuk anak.
* Sikapi dengan lemah lembut
Hindari cara keras karena justru akan membuat anak makin membangkang. Kalau seperti itu, jadi tak menyelesaikan masalah, bukan? Lagi pula perilaku marah orang tua bisa ditiru dan dijadikan pola bagi anak untuk menyelesaikan masalahnya. Cara bijaksana yang bisa dilakukan adalah jangan mudah terpancing emosi oleh penolakan si kecil. Berikan penjelasan dengan lemah lembut dan tidak mudah mengumbar marah.
Umpamanya, “Tolong bereskan paselnya dong sayang.” “Enggak mau. Males”. “Wah, nanti kalau kepingan paselmu hilang satu, Kakak enggak bisa main lagi lo.”
* Menghargai perilaku positif
Pujilah dan ucapkan betapa senang ayah dan ibu jika ia melakukan perbuatan baik. Kalau memungkinkan, berikan hadiah atau setidaknya elusan dan kecupan sayang sehingga dia merasa dihargai. Misalnya, si prasekolah bersedia makan sesuai waktu yang sudah ditentukan. Ucapkan, “Wah, Mama senang banget lo lihat Kakak mau makan dengan lahap.”
* Konsisten terhadap aturan yang telah dibuat
Terapkan peraturan dengan jelas dan menetap, misalnya kalau sudah ditentukan tidur jam 8 malam, patuhi jadwal tersebut dari hari ke hari. Jelaskan apa dampak atau risikonya kalau tidur larut malam. Menerapkan aturan yang konsisten juga melatih anak agar tahu bahwa hidup tak bisa diatur semau-maunya sendiri. “Kakak harus tidur jam 8, karena kalau kemalaman, besok Kakak kesiangan ke sekolah. Kalau kesiangan, Kakak enggak akan sempat main ayunan dulu karena harus buru-buru masuk kelas.”
* Introspeksi
Kalau anak tidak mau menurut orang tua, maka ayah/ibu harus introspeksi diri mengapa si kecil sering membantah. Jangan-jangan karena kesalahan orang tua sendiri yang membuat anak tak mau menurut. Misalnya, karena cara menyuruh atau memberi perintah seperti mendikte, menghardik, atau membentak, jadinya si kecil malah memberontak.
* Konsultasi dengan psikolog
Jika sifat negativistik anak masih terus berlanjut tak ada salahnya menemui psikolog. Kadang orang tua tak menyadari bahwa anak suka membantah karena mungkin kesalahan pola asuh. Barangkali orang tua juga perlu menjalani terapi atau konsultasi psikologi.
MENUNJUKKAN JATI DIRI
Semua saran tadi bisa jadi praktiknya tak semudah teorinya. Namun menurut Ery, orang tua jangan sampai menyerah. Carilah strategi atau taktik-taktik baru untuk mengatasinya. Lagi pula dilihat dari sisi lain, membangkang justru pertanda baik. Kenapa? “Karena anak sudah bisa menunjukkan jati dirinya bahwa dia merupakan individu yang berbeda dari ayah dan ibunya. Dia punya selera yang berbeda dari orang tua.”
Satu lagi yang mungkin dapat menghibur, yaitu membantah, membangkang, dan tak mau menurut orang tua sebetulnya merupakan bagian dari proses perkembangan anak. Selama orang tua menanganinya secara benar, sikap seperti itu akan hilang. “Di usia sekolah, anak sudah tak membangkang lagi,” kata Ery


Rabu, 12 September 2012

Cambridge International Examination (CIE) untuk anak-anak Indonesia


Cambridge International Examination (CIE) untuk anak-anak Indonesia

Cambridge International Examination (CIE) untuk anak-anak Indonesia
by Wiwiet Mardiati on Monday, December 5, 2011 at 12:59pm

Pagi ini, saya menyempatkan diri menelpon kantor perwakilan Cambridge International Examination (CIE) yang berlokasi di Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Staf disana, bernama Mas Iqbal (MI), yang menjawab dengan baik:
Pertanyaan (P) : "Pagi Mas, Saya ingin bertanya tentang ujian cambridge"
Jawaban (J) : "Iya bu, silakan. Saat ini kebetulan pendaftaran sudah dibuka sampai 17 Februari 2012"
P: "Oh, sedang buka pendaftaran ya Mas? Untuk ujian kapan ya mas?"
J: "Kami biasanya melakukan ujian setahun dua kali bu. Di bulan mei-juni atau Oktober-November"
P: "Oh, ini untuk yang bulan mei berarti ya? Kalau yang bulan Oktober kapan ya mas?"
J: "Kalau bulan oktober biasanya kami buka bulan Juli, ibu"
P: "Ini harus kolektif atau lewat lembaga gitu ya mas? Bisa daftar perorangan boleh ga sih mas?"
J: "Perorangan bisa bu. Silakan langsung datang saja kesini. Yang penting bawa saja persyaratan yang diminta, seperti fotokopi raport terakhir"
P: "Wah, gini mas, saya kan kebetulan homeschooling anak saya, jadi tidak terdaftar disekolah manapun, tidak ada ijasah apalagi raport mas, kami bisa tetap daftar mas?"
J: "Oooh..bisa kok bu. Yang penting nanti anaknya bisa bisa jawab saja ujiannya"
P: "CIE UAI ini hanya mengurus sertifikasi ujian yang buat daftar ke universitas ya ya mas? ada syarat usia tertentu gitu ga mas??"
J: "Tidak bu, kami menerima pendaftaran ujian untuk semua level, tergantung kebutuhan sekolahnya saja atau yang daftar. Usia juga tidak dibatasi. Silakan saja mendaftar"
P: "Jadi sebenarnya kami tidak perlu ikutan ujian yang primary gitu ya mas? bisa langsung yang ke universitas?"
J: "Bisa bu. Kalau anaknya masih kecil mau coba yang lebih tinggi bisa juga kalau mau. Untuk jenis ujiannya nanti bisa konsultasi, tergantung universitas yang dituju, cocoknya yang mana"
P: "Biayanya bagaimana mas? Saya cuma dapat informasi biaya untuk 2010. Apakah ada perubahan?"
J: "Oh iya, ada bu. SMS saja email Ibu, nanti saya kirim biaya yang terbaru"
P: "terima kasih ya Mas"

Cambridge International Examination (CIE) untuk anak-anak Indonesia part 2
by Wiwiet Mardiati on Monday, December 5, 2011 at 1:46pm
Karena biaya yang paling ditunggu, jadi masuk bagian terakhir aja ya (part 3) biar penasaran, hohohoho

Pertanyaan lanjutan:

P: "Mas, bedanya apa nih ujian O Level, IGCSE, A dan AS ??"

J: "Itu tergantung universitas yang dituju bu. Anaknya mau masuk universitas mana, lalu kita sesuaikan ujiannya. Yang jelas IGCSE itu ujian yang general, paling mudah diantara yang lain, setelah itu O Level yang mengikuti kurikulum UK (united Kingdom) tingkatannya lebih sulit, lalu naik lagi ke A dan AS"

P: "Kalau ujian untuk primary, untuk anak SD dan SMPnya CIE UAI urus juga mas?"

J:"Iya bu. Tapi izin dari kantor Cambridgenya baru diperbolehkan untuk siswa SD Al-Azhar 1 dan SMP Al-Azhar 1 (kebayoran Baru). Saat ini masih dalam pembicaraan, belum final bu"

P: "Berarti, kalau kami ingin ambil ijasah yang primary, urusannya ke SD Al-Azhar, boleh numpang bareng kan mas?"

J: "Ehhmm..sebenarnya bisa bu, karena kemarin SD Labschool Rawamangun juga menumpang dengan SD Al-Azhar untuk ujian bersama-sama"

P: "Berarti, untuk perorangan bisa juga dong mas?"

J: "hhmm...selama ini belum pernah ada yang menumpang ujian, jadi mungkin perlu dibicarakan lagi dengan bapak Denny. Pertanyaannya nanti saya sampaikan ke Pak Denny dulu ya bu"

P: "Terima kasih ya Mas. Kalau mau main kesana buka jam berapa ya mas?"

J: "Kami buka setiap hari senin-jumat jam 9.00-16.00 bu"

P: "Terima kasiiiih"

Cambridge International Examination (CIE) untuk anak-anak Indonesia part 3
by Wiwiet Mardiati on Monday, December 5, 2011 at 1:54pm
Berikut informasikan Pendaftaran Ujian Cambridge untuk sesi Mei-June 2012 di CIE of UAI

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

PENDAFTARAN
UJIAN SERTIFIKASI INTERNASIONAL CAMBRIDGE
O Level, IGCSE, AS, dan A Level
Mei-June 2012

Centre for International Education of Universitas Al Azhar Indonesia (CIE of UAI) merupakan salah satu lembaga pendidikan internasional di bawah Universitas Al Azhar Indonesia dan telah memperoleh
Sertifikat University of Cambridge ID 044 tanggal 1 Oktober 2003. Setelah beberapa kali
menyelenggarakan ujian, CIE of UAI, akan menyelenggarakan ujian sertifikasi internasional Cambridge O Level, IGCSE, AS, dan A Level untuk sesi Oktober-November 2011.

Persyaratan Pendaftaran:
1. Menyerahkan foto kopi tanda pengenal (kartu pelajar/KTP/paspor )
2. Menyerahkan foto kopi buku raport semester terakhir
3. Menyerahkan foto berwarna ukuran 4 x 6 sebanyak 1 lembar
4. Mengisi formulir
5. Menentukan mata pelajaran yang akan diikuti.
(Daftar subject dapat diperoleh di www.cie.org.uk )

Pendaftaran berakhir pada 17 Februari 2012. Jika melewati tanggal tersebut, maka akan dikenakan biaya tambahan.

Biaya-biaya:
1. Pendaftaran Rp 400.000 (dibayar 1 kali)
2. Administrasi Rp 450.000 (dibayar per subject)
3. Ujian IGCSE Rp 825.000 (dibayar per subject hanya untuk IGCSE)
Ujian O Level Rp 525.000 (dibayar per subject hanya untuk O Level)
Ujian AS Level Rp 650.000 (dibayar per subject hanya untuk AS Level)*
Ujian A Level Rp 925.000 (dibayar per subject hanya untuk A Level)

*Untuk ujian dengan praktik, akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 1.000.000 per subject
**Pendaftaran dinyatakan sah jika sudah melengkapi persyaratan administrasi dan telah melakukan atau mengkonfirmasi pembayaran.


Informasi:
Kampus Universitas Al Azhar Indonesia, Ruang Cambridge lantai 3
Komplek Masjid Agung Al Azhar
Jl. Sisingamangaraja Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12110
Telepon 021 70048484, atau 72792753 ext. 3006
Faksimili 021 7244767
Email cieuai@uai.ac.id dan cieofuai@yahoo.com

Kontak Persona:
Iqbal 081281755742
Denny 081288354545(SMS)
Midah 085710252458


Demikian kami sampaikan, jika terjadi perubahan kami akan segera menginformasikan kepada Bapak/Ibu. Jika memerlukan informasi lainnya, silakan menghubungi kami.

Terima kasih



Denny Azhari S.
CIE of UAI
Universitas Al Azhar Indonesia - website: www.uai.ac.id
Jadwal pendaftaran mahasiswa baru 2012/2013 - Gelombang I: 3 Oktober 2011 s.d 9 Desember 2011, Tes Seleksi: 10 Desember 2011
Universitas Al Azhar Indonesia - website: www.uai.ac.id
Jadwal pendaftaran mahasiswa baru 2012/2013 - Gelombang I: 3 Oktober 2011 s.d 9 Desember 2011, Tes Seleksi: 10 Desember 2011
Universitas Al Azhar Indonesia - website: www.uai.ac.id
Jadwal pendaftaran mahasiswa baru 2012/2013 - Gelombang I: 3 Oktober 2011 s.d 9 Desember 2011, Tes Sele

Universitas Al Azhar Indonesia - website: www.uai.ac.id
Jadwal pendaftaran mahasiswa baru 2012/2013 - Gelombang I: 3 Oktober 2011 s.d 9 Desember 2011, Tes Seleksi: 10 Desember 2011

more info www.cie.org.uk

beberapa 'obrolan' penting :

Lyly Freshty mbak kemaren juga seminar gratis yang diadakan mentari books (penyedia buku2 yang berbasis kurikulum cambridge).
November 11 at 10:47pm · Like ·  1

Lyly Freshty di surabaya kemaren.. kalo mentaribooks bisa lihat di sini: http://www.mentaribooks.com/

Mentari Books :: The Center of Quality Resources for Education
www.mentaribooks.com
Indonesian Based Imported Books Distributor in English and Mandarin
November 11 at 10:51pm · Like

Fidiya Bilal http://www.ui.ac.id/id/admission/page/simak Note: Bagi siswa/i yang berasal SMA (Sekolah Menengah Atas) yang sudah mendapatkan sertifikasi A Level atau sudah mendapatkan surat penyetaraan dari Departemen Pendidikan Nasional dapat mengikuti SIMAK UI tanpa harus mengikuti UAN (Ujian Akhir Nasional).

Devi Sutarsi ‎@wulan: mentaribooks ada di Jakarta, salah satu yg saya tau di ruko sebelah Mal Puri Indah. Kalo di Tangerang, lokasinya dekat perumahan Alam Sutera.
November 12 at 9:07am via mobile · Like ·  1

tambahan lagiiii.... petikan 'obrolan'

  • Maria Magdalena

    bidang2nya gini :
    - Languages -> First Language
    - Languages -> Second Language
    - Languages -> Foreign Language
    - Mathematics
    - Science
    - Business, Creative, Technical and Vocational
    - Humanities and Social Science
    Ujian di Al-Azhar bisa dilakukan perorangan, saya dulu minta info atas nama hser-perorangan about an hour ago · Like ·  3

  • Maria Magdalena lalu saya juga kontak dengan pak faizol musa, dari CIE langsung untuk bertanya ttg syarat "raport", menurut dia raport ini permintaan dari sekolah ybs, bukan dari CIE sendiri, dan menurut pak Denny, raport itu bisa kita buat sendiri
    about an hour ago · Like ·  2

    • Maria Magdalena
      ini isi email pak denny ttg raport :

      Ibu Magdalena,
      Terima kasih atas email Ibu dan mohon maaf atas keterlambatan dalam membalasnya.
      Ujian Sertifikasi Internasional Cambridge terbuka bagi siapa saja. Jadi, anak Ibu bisa mengikuti ujian di tempat kami meskipun tidak memiliki raport, sebagai gantinya, mohon kami dibuatkan semacam daftar nilai di selembar kertas sebagai bukti evaluasi anak Ibu.
      Semoga bisa membantu. Jika Ibu memerlukan sesuatu, silakan menghubungi kami.
      Terima kasih
      Denny Azhari S.
      CIE of UAI about an hour ago · Like ·  1

    • Riris Mailany mbak Maria Magdalena, aku masih kurang mudeng dengan kalimat yg ini : "sebagai gantinya, mohon kami dibuatkan semacam daftar nilai di selembar kertas sebagai bukti evaluasi anak Ibu", nah, untuk buat daftar nilai itu, gimana caranya ? apa alat ukurnya ?, makasih mbak :)
      about an hour ago · Like

    • Maria Magdalena mbak Riris Mailany, dibikin semacam raport gitu aja... misalnya dalam 1 semester anak dikasi tes math 3 kali, maka jumlahkan saja nilai itu lalu dibagi 3, dan jadi nilai rata2 ala sekolahan. Ini kan dipandang dr perspektif orang sekolahan, maka yg diminta juga adalah nilai a la sekolah
      about an hour ago · Like

    • Riris Mailany mbak Maria Magdalena, mohon maaf kalo masih belum nyambung mbak, he he, berarti penilaiannya ini dilakukan murni berdasarkan penilaian pribadi ortu sebagai pendamping belajar ya ? atau gimana ? maaf jadi merepotkan :)
      about an hour ago · Like

    • Maria Magdalena iya, murni dr ortu, disinilah tantangannya, yaitu ketika ortu hrs jujur pada kemampuan anak
      about an hour ago · Like ·  2
      ujian primary ini sebenarnya tidak begitu diperlukan utk hser, krn umumnya hser ingin ujian supaya bisa lanjut ke universitas kan? Langsung ujian IGCSE saja

      Graciana Wulansari Halo.. Bolehkah sedikit nimbrung ? Untuk CIE Exam, bener spt yg tadi ada ditulis di atas, ada IGCSE Exam, O Level Exam, dan A level Exam.

      Stau saya, O level exam umumnya di singapore. Sedangkan indonesia biasanya dari IGCSE Exam lsg lanjut ke A level Exam. IGCSE exam ini intended utk anak usia 14-16 deh kalo gak salah. Yg kalo di sekolah yg cambridge based curriculum, bahan ajar akan diajarkan selama 2th. Istilahnya IGCSE preparation. Sedang utk yg A level Exam, sama jg, 2th masa belajar. Yg beda hanyalah di usia. Kalo gak salah inget, A level exam ini 17+. Bisa dibilang udah pre uni.
      Jadi kalo nantinya pengen kuliah di luar negeri, bisa dg CIE Exams ini. Dg pny IGCSE certificate, biasanya bs langsung masuk ke college. IGCSE Exam biasa diambil oleh junior college students kalo di sg, di indo biasa ada di kls 10. Kalo A level, bisa lsg ke uni. Di indo biasa diambil di kelas 12. Krn materinya lumayan berat, pre uni..
      Tapi, utk CIE exams ini sbnrnya bisa diambil di umur brp aja. As long as anaknya mampu :) cuma menurut saya pribadi, cambridge memberi anjuran usia ada benernya sih. Krn exams tsb butuh logical skills yg biasa berkembang sejalan umur nya ya..
      Nah utk ujian checkpoint, bentuknya mirip rapor. Tp bukan ijazah :)
      Lengkapnya ada di www.cie.org.uk .. Seperti yg td ada diinfoin sama salah satu ibu di atas.
      CMIIW :) sekedar sharing, siapa tau berguna :) 9 hours ago · Like ·  2


CITA-CITA