Tampilkan postingan dengan label Fahri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fahri. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 September 2013

Apa kabar bulan ini.....?

Dua bulan sudah Ummi tidak menulis di sini, sementara masih berupa list poin-poin yang mau ditulis tentang mereka. Maafkan Ummi, Nak...^.^



Baiklah akan Ummi tulis poin terakhir dari prestasi kalian di beberapa hari terakhir.

Kehadiran dede' baru di rahim Ummi alhamdulillah mendapatkan sambutan hangat dari semuanya, terutama si bungsu Yumna, ia dan kakaknya Nayla kerap kali membicarakan adik "barunya" sambil mengelus perut Ummi, kebahagiaan terpancar dari ucapannya, seiring denganmudahnya mereka dikondisikan untuk lebih hati-hati saat berada di dekat Ummi, tidak menjatuhkan kaki dan badan secara keras, tidak menendang dan sebagainya. Mereka tampak bahagia saat membicarakan sapaan-sapaan baru, Yumna akan dipanggil mbak karena sudah punya adik, Nayla akan punya dua orang adik, duh...sepertinya mereka tak sabar menantikan saat-saat itu, dan begitu faham ketika Ummi sampaikan, masih lama ya...

Kondisi-kondisi memudahkan begitu terasa juga dari anak-anak yang lain. Ketika dalam satu bulan ini Ummi mengalami sedikit perdarahan (vlek) Alhamdulillah mereka cukup bisa di ajak kerja sama, dapat tambahan pekerjaan pagi, menjaga adik saat Abi harus mengantar Ummi keluar dan yang terakhir ingin Ummi review adalah aktivitas Ahad lalu. Agenda kami saat itu adalah Taskif bersama di kantor DPD PKS. Biasanya saat kegiatan seperti ini anak-anak yang sekarang sudah besar, dulu saat usia balita selalu kami ajak. Hampir di setiap acara, samapai anak ketiga selalu turut hadir. Untuk hari tersebut Ummi merasa perlu mempertimbangkan, kerena sepekan sebelumnya memang mengalami vlek itu, Ummi ingat beberapa bulan lalu ketika Abi kerja keluar dan Ummi harus keluar untuk kegiatan pekanan anak-anak kecil kami titipkan ke anak-anak besar Alhamdulillah selalu sukses. "Kayaknya ini ditinggal saja, Bi," kata Ummi, tampaknya Abi tidak tega. Sejak Shubuh mereka Ummi kondisikan. Fahri (6,5th), Nayla (4,5th) dan Yumna (2,5th) cukup mudahmenerima berita itu, mereka cepat mengiyakan, meski  beberapa waktu setelahnya Yumna agak merengek minta ikut, tapi karena Nyala terlihat siap untuk ditinggal maka menjadi mudah untuk memberinya pengertia. Fahri dan 'Abdan (10th) tidak masalah, hanya Fathin (12th) yang tampak agak keberatan dan bisa segera mengerti saat difahamkan kalau Ummi tidak boleh terlalu capek. 

Alhamdulillah keberangkatan diantarkan dengan senyum tulus anak-anak balita. Tidak lama sih, paling-paling acara hanya 4 jam, tapi ada haru juga meninggalkan mereka dengan begitu tulus begitu. Subhanallah...Allah memudahkan langkah-langkah ini.

Sesampai di rumah Alhamdulillah kami disambut dengan kabar baik, tidak ada yang menangis dan semua baik-baik saja (meski yang kecil pada gak mau mandi ^^). Alhamdulillah...alhamdulillah...lega rasanya. Dan ternyata saat kami pulang si sulung sedang tidak di rumah, kabarnya dia sedang pergi futsal bersama teman-teman, itu berarti hanya 'Abdan seorang yang menjaga tidak anak kecil sejak pagi itu. Subhanallah...bocah 10 tahun itu memang terkadang tampil galak, tapi dia sanggup memikul tugas dan tanggung jawab yang cukup berat dengan ringannya, alhamdulillah Rabb. Semoga kami senantiasa bisa mensyukuri karunia-Mu ini, dan melakukan yang terbaik atas amanah yang Engkau embankan, aamiin... 

Selasa, 04 Juni 2013

Yang Berat Ini Semoga Penuh Berkah

Mulai terasa, mau dibilang mudah sebenarnya sih bisa, tapi inilah fakta, upaya mendekatkan diri dengan Al-Qur'an, mendekat sedekat-dekatnya, banyak berinteraksi dengannya, menjadikannya hal terpenting diantara yang penting, dan merasakan kenikmatan saat bercengkerama dengannya ternyata bukanlah hal mudah, berat, setidaknya itu yang sedang kami rasakan.


Mungkin kami masih sangat minim dalam ilmu, mungkin kami masih sangat lemah dalam bersungguh, mungkin kami masih kurang dalam berlatih. Yah, bisa jadi itu semua menjadi salah satu penyebab, yang jelas sebab-sebab itu ada karena kelemahan diri kami. Tak ada lagi yang bisa kami harapkan selain kemurahan, kasih sayang dan berkah Alloh SWT, untuk kami semua.

Semoga Alloh SWT memberkahi upaya kalian pagi ini untuk kembali menikmati indahnya ayat-ayat Alloh.  Fathin, 'Abdan, Fahri, kami yakin Alloh Maha Melihat . Setelah kelelahan-kelelahan yang kalian rasakan, juga  kejemuan-kejemuan itu semoga hanya menjadi bumbu saja di antara lezatnya kenikmatan yang Alloh janjikan. Ummi dan Abi senantiasa memohon kepada Alloh agar diberikan kekuatan untuk selalu dan selalu mememperbaiki diri, memohon kepada Alloh akan rahmat-Nya untuk kita semua, untuk bisa membimbing kalian menuju cahaya itu. Ummi dan Abi senantiasa memohon agar kelemahan-kelemahan kami tidak menjadi penghalang bagi cahaya yang Alloh pancarkan untuk kalian. 

Ya Alloh, dengan Al-Qur'an, karuniakanlah kasih sayang-Mu kepada kami. Jadikan Al-Qur'an sebagai cahaya, hidayah dan sumber rahmat bagi kami.

Ya Alloh, ingatkan kami bila ada ayat yang kami lupa mengingatnya. Ajarkan pada kami, ayat yang kami bodoh memahaminya. Karuniakan pada kami kenikmatan membacanya, sepanjang waktu, baik tengah malam atau tengah hari. Jadikan Al-Qur'an bagi kami sebagai hujjah, ya Robbal 'Aalamiin.


Jumat, 03 Mei 2013

Fahri, Bisa Mengimami Sholat Adik-Adik Dengan Bacaan Surat Yang Fashih


si kuat yang lembut hatinya, hafidz insyaAlloh
Mengimami, ya mengimami, mengambil keputusan yang cepat tentang surat yang dibaca dan melafadzkannya dengan cukup fashih. Subhaanalloh, benar-benar pandangan yang menyejukkan mata. Dalam menghafal pun cukup menakjubkan, karena engkau bisa menghafal dengan cepat, mungkin karena sering dengar hafalan Ummi, Abi dan akak-kakakmu. Bacaanmu yang fashih membuat Ummi sangat senang saat mengajarimu membaca Al-Qur’an, lidah dan mulutmu sangat mudah menirukan fashohah yang Ummi ajarkan, subhaanalloh. Dan ketika Ummi adakan lomba menghafal antar 3 anak laki2 ini engkaulah pemenangnya karena engkau lebih lancar melafadzkan surat yang engkau ambil untuk dihafal dibanding kakak-kakakmu, meski demikian sesungguhnya kakak-kakakmu juga juara, karena saat ini mereka juga sedang bersungguh menghafalkan Al-Qur’an.

Menjelang usia ke-6 ini Ummi dan Abi juga engkau buat takjub, tiada yang pantas dipuji selain Alloh. Belum juga Ummi siap mengajarkan step demi step metode cara membaca menggunakan metode fonik yang sedikit banyak sudah Ummi fahami, baru sampai huruf a kayaknya, e… dengna tiba-tiba (Ummi yang kurang perhatian kali ^^), engkau bisa membaca beberapa kata di sebuah buku. Lalu Ummi dan Abi coba di kata yang lain, engkau juga bisa meski masih terbata-bata. Bahkan untuk kata-kata yang mengandung huruf mati, diftong, sekali diajari engkau segera bisa. Sejak itu sering engkau tiba-tiba berdiam saat melihat selintas sebuah tulisan, bahkan ketika nonton film yang ada terjemahnya (bahasa Indonesia) engkau klik tombol paus untuk membaca tulisannya. Subhalalloh, luar biasa, Alloh telah mengajarakan manusia dengan perantaraan kalam.  Sekarang yang menjadi tugas ummi adalah sebanyak-banyaknya membuat kegiatan membaca menjadi kegiatan menarik, sehingga potensimu untuk bisa meraup lautan ilmu sejak dini bisa segera terpenuhi. Jangan sampai kesempatan ini terlewatkan, dan jangan sampai ketakjuban ummi atas kemampuan mambacamu yang luar biasa ini menjadi sesuatu yang memprihatinkan karena engkau bisa tapi tidak gemar membaca, semoga tidak sampai sepert itu.

Begitupun dengan kegiatan berhitung, engkau begitu mudah mempelajarinya. Konsep-konsep matematika begitu mudah engkau serap. Semoga ini menjadi bekal yang menguatkan proses belajarmu kedepan. 

Begitulah Fahri, meski kadang-kadang suka jahil dan nagisnya kencang tapi sebenarnya hatinya sangat lembut. Sepertinya tepat sekali jika Ummi dan Abi menamakanmu si kuat seperti Nabi Daud dan si lembut hati.

Semoga Ummi dan Abi berkesempatan mengantarkanmu menjadi lelaki sholihah yang dirindukan surga, aamiin.


Minggu, 01 Januari 2012

Saat aturan terasa sebagai kebutuhan


Pagi ini Fahri ingin bermain game ini

ABCya! Connect the Dots - ABC Order!

juga ini

ABCya! Keyboard Zoo | Learn to Type

Satu hal yang menarik perhatian ummi kali ini adalah sikap Fahri yang memang beberapa hari terakhir ummi perhatikan. Ialah tentang respeknya terhadap aturan. Selama ini Fahri tahu tentang aturan yang diterapkan untuk kedua kakaknya juga sebagian yang diterapkan untuknya, bahwa anak-anak boleh main game edukatif di komputer setelah mereka menyelesaikan beberapa pekerjaan wajib yaitu mandi, sikat gigi, sholat dhuha (sholatnya sunnah, tapi pekerjaannya wajib kalau mau dapat bonusnya), mengaji, membacakan cerita untuk adik bagi Kak Fathin dan 'Abdan, serta olahraga minimal 5 menit.

Biasanya Fahri paling susah mandi pagi, dia memilih nonton saja ketika kedua kakaknya bermain game daripada segera mandi dan minta giliran main game. Tapi hari ini lain, semalam ia ngompol, jadi pagi-pagi sudah mandi, sejak pagi ia bilang beberapa kali ke ummi, kalau dirinya sudah mandi (deeee....jadi bangga udah mandi karena ngompol...). Terkahir ia minta dicarikan game ini, lalu dia bersiap untuk main, eee...tiba2 balik ke tempat buku, "O iya, ngaji dulu...," dia berkata seolah pada dirinya sendiri. "Emmhh... betul itu..." Ummi segera menanggapi. Dan jadilah ia membaca jilid 1 buku mengaji Metode Ummi yang kami pakai itu tanpa aku minta, meski tidak banyak  yang ia baca tapi tampaknya ia lega telah melakukannya.

Subhanallah, syukur dalam hati ummi. Sepertinya aturan itu telah berebut masuk ke dalam jiwa Fahri. Harapan ummi kedepan, sebagaimana yang ummi niatkan sejak awal tentang penerapan aturan untuk anak-anak, adalah bagaimana anak merasa butuh dengan aturan. Ketika mereka merasa butuh, maka aturan itu tidak lagi menjadi beban dan ringan saja bagi mereka untuk menjalankan aturan-aturan lainnya.

Bismillah...semoga Fahri, kedua kakaknya dan kedua adiknya mendapatkan perlakuan yang tepap untuk pembelajaran ini. Dan semoga Allah SWT berkenan senantiasa melimpahkan hidayahnya kepada ummi dan abi sehingga apa-apa yang dilakukan ummi dan abi semuanya selalu  berada dalam koridor kebenaran. Semua yang benar datangnya dari Allah dan semua yang salah semata-mata karena kelemahan ummi dan abi sebagai manusia...

Alloh...bantulah kami...

Sabtu, 26 November 2011

Fahri Belajar Membaca

Bulan ini sepertinya Fahri (4 th) sedang belajar membaca. Kami sebut sepertinya karena kami memang tidak membuat target belajar membaca dengan metode tertentu kepada Fahri meski kami mempunyai sebuah metode yang asyik untuk belajar membaca (bawaan saya ketika masih ngajar di PAUD). Metode ini saya nilai ramah anak karena paradigma utama yang dibangun adalah belajar dengan menyenangkan, belajar sambil bermain dan bernyanyi. Kami tidak fokus pada metode ini, ingin sebenarnya, tapi sepertinya saya tidak bisa fokus mengerjakannya karena banyak peraga yang harus disiapkan. Akhirnya kami mencoba metode "alamiah" (mencari alasan pembenar sepertinya), dengan tetap fokus pada pada metode utama kami sebagaimana yang telah didapatkan oleh kakak-kakaknya, yaitu dibacakan buku setiap hari minimal 1 kali plus banyak diinteraksikan dengan buku dan tulisan. Alhamdulillah, sepertinya kami sedang membuktikan, bahwa jika anak belajar dengan kemauannya (karena senang tentunya), maka ia akan belajar dengan totalitas. 

Seminggu terakhir Fahri banyak meminta saya untuk menjawab pertanyaannya tentang bunyi huruf yang ia sebutkan, misalnya "Mi, A sama U bacanya apa?" atau "A sama B sama A bacanya apa?" banyak....sekali pertanyaannya. Juga, seminggu ini saya sering berebut komputer dengan Fahri karena dia sangat menikmati kegiatan menulis di Microsoft Office Power Point. Suka...banget. Tadi pagi dia minta diajari nulis TEMPE. Mungkin gara-gara di dinding tempat sholat kami tulisan TEMPAT SHOLATnya dilepas adik sampai tinggal TEMP saja, suatu hari saya bilang " ini lho bisa dibuat nulis TEMPE," lalu dia bertanya, TEMPE itu tulisannya gimana. Saya sebutkan huruf-hurufnya. Hari ini ketika Fahri minta diajari nulis TEMPE dia sudah  menuliskan huruf  TEMP terlebih dahulu tanpa saya minta. Lalu dia juga minta diajari menulis TEMPAT SHOLAT dari tulisan TEMPE yang ia hapus hingga tinggal TEMP. Nah kan...nyambung banget....

OK deh, mungkin setelah hari ini Ummi harus bersungguh-sungguh menempel tulisan di dinding, biar Fahri terfasilitasi keinginan membacanya. Dan sepertinya saya akan membuktikan bahwa belajar mandiri karena ketertarikan yang kuat dengan obyek belajar itu memang sangat tepat untuk dijadikan pegangan. Semoga diberi kekuatan untuk melakukan yang terbaik menjalankan amanah atas mereka....    

Minggu, 06 November 2011

Fahri dalam Lomba Prakarya dari Bahan Bekas "Kincir Angin Sampul Bekas"

Saat Klub Sinau mengumumkan akan diselenggarakannya lomba membuat Prakarya Dari Bahan Daur Ulang atau Bahan Bekas, Fahri turut antusias menyambutnya. Hanya saja, berbeda dengan Mas 'Abdan yang bisa mengerjakan sendiri prakaryanya, Fahri masih butuh campur tangan ummi dalam mengerjakannya, sehingga membuatnya harus menunggu saat dimana ummi benar-benar siap. Awalnya ummi tawarkan untuk membuat rantai warna-warni dari bungkus mie instan dan diapers eceran punya adik Yumna, tapi sepertinya Fahri tidak tertarik, dia memilih sendiri ide membuat KINCIR ANGIN. Hari-hari sebelum ini kami memang sering membuatnya, dan sepertinya Fahri senang dengan prakarya ini.

Berikut tentang pembuatan "Kincir Angin" Fahri.

Bahan dan alat :



Proses pembuatan :

Pertama : Fahri memisahkan sampul buku bekas dari buku


Kedua : Sampul digunting menurut garis tengahnya


Ketiga : Memotong kertas menjadi bentuk bujur sangkar



Keempat : Menggunting kertas 


Kelima : Menempel double selotip di ujung-ujung kertas dan melekatkannya ke bagian tengah


Keenam : Memasang tusuk sate dan sedotan sebagai tangkai Kincir Angin


Inilah gaya Fahri saat memainkan Kincir Anginnya

Prakarya Kincir Angin memiliki beberapa kriteria belajar yang cukup lengkap. Mulai dari proses pembuatannya sampai saat memainkannya. Proses pembuatannya melatih motorik halus (melipat, menggunting), matematika (mengenal bentuk geometri bujur sangkar), sains (gerakan memutar karena pengaruh angin), bahasa (menulis kata Kincir Angin), juga fisik motorik (berlari agar Kincir Angin bisa memutar). Dan Fahri sangat menikmati proses belajar yang menyenangkan ini.

Banyak cara untuk belajar dengan cara y ang disenangi anak, tinggal bagaimana kita mengemas kreativitas dari ide-ide belajar yang ada, bahkan dari ide-ide dan alat yang sederhana. Kalau bisa sederhana mengapa harus rumit...?