Minggu, 03 Maret 2013

23 Keuntungan Menghafal Al-Quran

Banyak hadits Rasulullah saw yang mendorong untuk menghafal Al Qur'an atau membacanya di luar kepala, sehingga hati seorang individu muslim tidak kosong dari sesuatu bagian dari kitab Allah swt. Seperti dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, "Orang yang tidak mempunyai hafalan Al Qur'an sedikit pun adalah seperti rumah kumuh yang mau runtuh." (HR. Tirmidzi)


Berikut adalah Fadhail Hifzhul Qur'an (Keutamaan menghafal Qur'an) yang dijelaskan Allah dan Rasul-Nya, agar kita lebih terangsang dan bergairah dalam berinteraksi dengan Al Qur'an khususnya menghafal.

Fadhail Dunia

1. Hifzhul Qur'an merupakan nikmat rabbani yang datang dari Allah

Bahkan Allah membolehkan seseorang memiliki rasa iri terhadap para ahlul Qur'an,
"Tidak boleh seseorang berkeinginan kecuali dalam dua perkara, menginginkan seseorang yang diajarkan oleh Allah kepadanya Al Qur'an kemudian ia membacanya sepanjang malam dan siang, sehingga tetangganya mendengar bacaannya, kemudian ia berkata, 'Andaikan aku diberi sebagaimana si fulan diberi, sehingga aku dapat berbuat sebagaimana si fulan berbuat'" (HR. Bukhari)

Bahkan nikmat mampu menghafal Al Qur'an sama dengan nikmat kenabian, bedanya ia tidak mendapatkan wahyu,
"Barangsiapa yang membaca (hafal) Al Qur'an, maka sungguh dirinya telah menaiki derajat kenabian, hanya saja tidak diwahyukan kepadanya." (HR. Hakim)

2. Al Qur'an menjanjikan kebaikan, berkah, dan kenikmatan bagi penghafalnya

"Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al Qur'an dan mengajarkannya" (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Seorang hafizh Al Qur'an adalah orang yang mendapatkan Tasyrif nabawi (penghargaan khusus dari Nabi SAW)

Di antara penghargaan yang pernah diberikan Nabi SAW kepada para sahabat penghafal Al Qur'an adalah perhatian yang khusus kepada para syuhada Uhud yang hafizh Al Qur'an. Rasul mendahulukan pemakamannya.

"Adalah nabi mengumpulkan di antara dua orang syuhada Uhud kemudian beliau bersabda, "Manakah di antara keduanya yang lebih banyak hafal Al Qur'an, ketika ditunjuk kepada salah satunya, maka beliau mendahulukan pemakamannya di liang lahat." (HR. Bukhari)

Pada kesempatan lain, Nabi SAW memberikan amanat pada para hafizh dengan mengangkatnya sebagai pemimpin delegasi.

Dari Abu Hurairah ia berkata, "Telah mengutus Rasulullah SAW sebuah delegasi yang banyak jumlahnya, kemudian Rasul mengetes hafalan mereka, kemudian satu per satu disuruh membaca apa yang sudah dihafal, maka sampailah pada Shahabi yang paling muda usianya, beliau bertanya, "Surat apa yang kau hafal? Ia menjawab,"Aku hafal surat ini.. surat ini.. dan surat Al Baqarah." Benarkah kamu hafal surat Al Baqarah?" Tanya Nabi lagi. Shahabi menjawab, "Benar." Nabi bersabda, "Berangkatlah kamu dan kamulah pemimpin delegasi." (HR. At-Turmudzi dan An-Nasa'i)

Kepada hafizh Al Qur'an, Rasul SAW menetapkan berhak menjadi imam shalat berjama'ah. Rasulullah SAW bersabda,
"Yang menjadi imam suatu kaum adalah yang paling banyak hafalannya." (HR. Muslim)

4. Hifzhul Qur'an merupakan ciri orang yang diberi ilmu

"Sebenarnya, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim." (QS Al-Ankabuut 29:49)

5. Hafizh Qur'an adalah keluarga Allah yang berada di atas bumi

"Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, "Siapakah mereka ya Rasulullah?" Rasul menjawab, "Para ahli Al Qur'an. Merekalah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya." (HR. Ahmad)


6. Menghormati seorang hafizh Al Qur'an berarti mengagungkan Allah

"Sesungguhnya termasuk mengagungkan Allah menghormati orang tua yang muslim, penghafal Al Qur'an yang tidak melampaui batas (di dalam mengamalkan dan memahaminya) dan tidak menjauhinya (enggan membaca dan mengamalkannya) dan Penguasa yang adil." (HR. Abu Daud)


Fadhail Akhirat

7. Al Qur'an akan menjadi penolong (syafa'at) bagi penghafal

Dari Abi Umamah ra. ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Bacalah olehmu Al Qur'an, sesungguhnya ia akan menjadi pemberi syafa'at pada hari kiamat bagi para pembacanya (penghafalnya)."" (HR. Muslim)

8. Hifzhul Qur'an akan meninggikan derajat manusia di surga

Dari Abdillah bin Amr bin 'Ash dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Akan dikatakan kepada shahib Al Qur'an, "Bacalah dan naiklah serta tartilkan sebagaimana engkau dulu mentartilkan Al Qur'an di dunia, sesungguhnya kedudukanmu di akhir ayat yang kau baca." (HR. Abu Daud dan Turmudzi)

Para ulama menjelaskan arti shahib Al Qur'an adalah orang yang hafal semuanya atau sebagiannya, selalu membaca dan mentadabur serta mengamalkan isinya dan berakhlak sesuai dengan tuntunannya.

9. Para penghafal Al Qur'an bersama para malaikat yang mulia dan taat

"Dan perumpamaan orang yang membaca Al Qur'an sedangkan ia hafal ayat-ayatnya bersama para malaikat yang mulia dan taat." (Muttafaqun ?alaih)

10. Bagi para penghafal kehormatan berupa tajul karamah (mahkota kemuliaan)

Mereka akan dipanggil, "Di mana orang-orang yang tidak terlena oleh menggembala kambing dari membaca kitabku?" Maka berdirilah mereka dan dipakaikan kepada salah seorang mereka mahkota kemuliaan, diberikan kepadanya kesuksesan dengan tangan kanan dan kekekalan dengan tangan kirinya. (HR. At-Tabrani)

11. Kedua orang tua penghafal Al Qur'an mendapat kemuliaan

Siapa yang membaca Al Qur'an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaiakan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, "Mengapa kami dipakaikan jubah ini?" Dijawab,"Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur'an." (HR. Al-Hakim)

12. Penghafal Al Qur'an adalah orang yang paling banyak mendapatkan pahala dari Al Qur'an


Untuk sampai tingkat hafal terus menerus tanpa ada yang lupa, seseorang memerlukan pengulangan yang banyak, baik ketika sedang atau selesai menghafal. Dan begitulah sepanjang hayatnya sampai bertemu dengan Allah. Sedangkan pahala yang dijanjikan Allah adalah dari setiap hurufnya.

"Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al Qur'an maka baginya satu hasanah, dan hasanah itu akan dilipatgandakan sepuluh kali. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, namun Alif itu satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf." (HR. At-Turmudzi)

13. Penghafal Al Qur'an adalah orang yang akan mendapatkan untung dalam perdagangannya dan tidak akan merugi

"Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri." (QS Faathir 35:29-30)

Adapun fadilah-fadilah lain seperti penghafal Al Qur'an tidak akan pikun, akalnya selalu sehat, akan dapat memberi syafa'at kepada sepuluh orang dari keluarganya, serta orang yang paling kaya, do'anya selalu dikabulkan dan pembawa panji-panji Islam, semuanya tersebut dalam hadits yang dhaif.

"Ya Allah, jadikan kami, anak-anak kami, dan keluarga kami sebagai penghafal Al Qur'an, jadikan kami orang-orang yang mampu mengambil manfaat dari Al Qur'an dan kelezatan mendengar ucapan-Nya, tunduk kepada perintah-perintah dan larangan-larangan yang ada di dalamnya, dan jadikan kami orang-orang yang beruntung ketika selesai khatam Al Qur'an. Allahumma amin" (dian)

Maraji':
Abdul Aziz Abdur Rauf, Lc. Kiat Sukses Menjadi Hafizh Qur'an Da'iyah.
Dr. Yusuf Qardhawi. Berinteraksi dengan Al Quran.

Sebuah kajian baru membuktikan bahwa semakin banyak hafalan seseorang terhadap Al-Qur’an Al-Karim, maka semakin baik pula kesehatan. Dr. Shalih bin Ibrahim Ash-Shani’, guru besar psikologi di Universitas Al-Imam bin Saud Al-Islamiyyah, Riyadh, meneliti dua kelompok responden, yaitu mahasiswa/i Universitas King Abdul Abdul Aziz yang jumlahnya 170 responden, dan kelompok mahasis Al-Imam Asy-Syathibi yang juga berjumlah 170 responden.
Peneliti mendefinisikan kesehatan psikologis sebagai kondisi dimana terjadi keselarasan psikis individu dari tiga faktor utama: agama, spiritual, sosiologis, dan jasmani. Untuk mengukurnya, peneliti menggunakan parameter kesehatan psikis –nya Sulaiman Duwairiat, yang terdiri dari 60 unit.
Penelitian ini menemukan adanya korelasi positif antara peningkatan kadar hafalan dengan tingkat kesehatan psikis, dan mahasiswa yang unggul di bidang hafalan Al-Qur’an itu memiliki tingkat kesehatan psikis dengan perbedaan yang sangat jelas.
Ada lebih dari tujuh puluh kajian, baik Islam atau asing, yang seluruhnya menegaskan urgensi agama dalam meningkatkan kesehatan psikis seseorang, kematangan dan ketenangannya. Sebagaimana berbagai penelitian di Arab Saudi sampai pada hasil yang menegaskan peran Al-Qur’an Al-Karim dalam meningkatkan ketrampilan dasar siswa-siswa sekolah dasar, dan pengaruh yang positif dari hafalan Al-Qur’an untuk mencapai IP yang tinggi bagi mahasiswa.
Kajian tersebut memberi gambaran yang jelas tentang hubungan antara keberagamaan dengan berbagai bentuknya, terutama menghafal Al-Qur’an Al-Karim, dan pengaruh-pengaruhnya terhadap kesehatan psikisi individu dan kepribadiannya, dibanding dengan individu-individu yang tidak disiplin dengan ajaran-ajaran agama, atau tidak menghafal Al-Qur’an, sedikit atau seluruhnya.
Komentar terhadap Kajian:
Setiap orang yang menghafal sebagian dari Al-Qur’an dan mendengar bacaan Al-Qur’an secara kontinu itu pasti merasakan perubahan yang besar dalam hidupnya. Hafalan Al-Qur’an juga berpengaruh pada kesehatan fisiknya. Melalui pengalaman dan pengamatan, dipastikan bahwa hafalan Al-Qur’an itu dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh pada seseorang, dan membantunya terjaga dari berbagai penyakit.
Berikut ini adalah manfaat-manfaat hafalan Al-Qur’an, seperti yang penulis dan orang lain rasakan:
14. Pikiran yang jernih.
15. Kekuatan memori.
16. Ketenangan dan stabilitas psikologis.
17. Senang dan bahagia.
18. Terbebas dari takut, sedih dan cemas.
19. Mampu berbicara di depan publik.
20. Mampu membangun hubungan sosial yang lebih baik dan memperoleh kepercayaan dari orang lain.
21. Terbebas dari penyakit akut.
22. Dapat meningkatkan IQ.
23. Memiliki kekuatan dan ketenangan psikilogis.
Karena itu Allah berfirman, “Sebenarnya, Al Qur’an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang lalim.” (QS Al-‘Ankabut [29]: 49)
Ini adalah sebagian dari manfaat keduniaan. Ada manfaat-manfaat yang jauh lebih besar di akhirat, yaitu kebahagiaan saat berjumpa dengan Allah, memperoleh ridha dan nikmat yang abadi, mendapatkan tempat di dekat kekasih mulia Muhammad Saw.

Sumber:  

Rabu, 09 Januari 2013

Bikin Pempek Palembang

Jadwal prakarya ( Create Something ) kami pekan ini adalah membuat makanan. Pilihan jatuh pada makanan khas Palembang yang mulai marak dijual orang di Pare. Berawal dari rizki Ummi ketambahan teman halaqoh dari akhwat Palembang (Dek Della dan dek Nana) yang sedang kursus di Kampung Inggris dan berkesempatan untuk mengisi program bulanan Faniyah (ketrampilan) membuat makanan khas Palembang yang bikin penasaran, PEMPEK. Juga beberapa kali beli di tukang pempek yang lewat depan rumah. Jadi semua sudah kenal dengan makanan ini, termasuk Yumna...^^

Meskipun resep yang digunakan tidak lengkap karena Dek Della dan Dek Nana waktu itu tidak ketemu ikan laut, tapi alhamdulillah kami cukup faham dengan resep yang dibagikan.

Bahan :
Indukan :
- 500 gram tepung gandum (terigu)
- 2 butir telur
- 50 gram bawang putih
- 100 gram ikan teri (bahan yang ummi tambahkan sendiri atas rekomendasi dari dek Della sebagai ganti ikan tengiri)
- Air panas secukupnya
- Gula dan garam secukupnya

Tambahan :
- 200 gram sagu (ternyata yang disini tepung tapioka itu di Palembang disebutnya sagu)
- 250 gram minyak goreng

Cuka :
- 200 gram cabe lalap (karena disini tidak ada cabe rawit)
- 250 gram gula batok
- 100 gram bawang putih
- 1 sdm asam jawa

Cara membuat :
  1. Cuci dan rendam beberapa saat ikan teri dengan air panas. Lalu haluskan bersama bawang putih, gula dan garam.
  2. Campur dengan telur, kocok lepas
  3. Masukkan tepung terigu, aduk sampai rata, tambahkan air panas.
  4. Aduk terus sampai adonan kalis
  5. Ambil beberapa bagian adonan yang sudah jadi, masukkan ke dalam wadah tersendiri dan tambahkan tepung tapioka sampai tidak lengket, aduk sampai rata tapi jangan terlalu lama agar tidak kenyal hasilnya
  6. Cetak dan goreng sampai kecoklatan.
  7. Untuk cuka, haluskan cabe (jangan buang tangkainya) dan bawang putih. Masukkan dalam rebusan gula bersama asam, gula dan garam. Aduk-aduk sampai mendidih dan berbusa. Setelah diangkat, saring dan buang ampasnya.
  8. Pempek Palembang siap dihidangkan
Wah...enak...kata anak-anak. Alhamdulillah...sore itu kami bisa makan pempek dengan cukup, bisa nambah-nambah ^^ Bahkan bisa jadi menu pagi juga. Dan terbersitlah dalam pikiran Fathin. "Jual pempek di depan rumah yuk mi...." Nah kan...masuklah satu indikator dari Muwashshofat Qoodirun 'Alaa Kasbi (Mandiri dan mempunyai penghasilan yang halal). Tinggal eksusinya ini...Alhamdulillah. Mari di inventaris pekerjaan-pekerjaan apa yang cocok untuk dijadikan mata pencaharian.

Dan bukan hanya Qoodirun 'Alaa Kasbi yang menjadi target Muwashshofat kami dengan kegiatan Create Something, tapi juga Munaadzomun fii Su-unihi (rapi dalam urusannya), yaitu belajar rapi lewat kegiatan ini, rapi memulainya, bagaimana urut-urutan proses pembuatannya, juga rapi mengakhirinya, membereskan kembali barang-barang yang telah digunakan. Dengan jadwal pekanan Create Something (dengan topik yang berbeda tiap pekannya), diharapkan proses belajar untuk menjadi seorang muslim Kaffah dengan fokus indikator pada 2 Muwashshofat ini dan pada kegiatan-kegiatan lain untuk 8 Muwashshofat lainnya akan sedikit demi sedikit menjadi bagian dari kehidupan dan proses tumbuh anak-anak dan kami orang tuanya. Semoga Alloh meridhoi langkah-lankah ini, aamiin...


*Cerita tentang kegiatan kami yang lain beserta nilai Muwashshofatnya insyaAlloh segera di update.




 

Senin, 24 Desember 2012

Kalian adalah Kader Dakwah

Beberapa hari belakangan ini Fathin dan 'Abdan sibuk latihan paduan suara untuk acara Semarak Hari Ibu yang diselenggarakan oleh Bidang Perempuan DPC PKS Kecamatan Pare Kabupaten Kediri. Tim Paduan Suara ini diambil dari 3 Halaqoh Anak Kader yang ada di Pare yang bertugas menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars PKS dan Hymne PKS pada pembukaan acara Semarak Hari Ibu tahun ini.

Fathin dan 'Abdan adalah dua peserta yang berasal dari luar sekolah, semua peserta lain berasal sari SDIT Nurul Islam (NURIS), sebenarnya ada 2 orang lagi teman halaqoh Fathin yang dari luar NURIS tapi mereka tidak aktif. Dari 4 kali latihan Fathin dan 'Abdan selalu bersemangat untuk berangkat, meski pada latihan ke dua sampai terkhir mereka harus bersepeda kurang lebih 4km. Salut untuk Fathin yang selalu siap membonceng 'Abdan berangakat dan pulangnya. Ini pengalaman pertama kalian berboncengan sepeda agak jauh untuk sebuah misi besar dalam peran kita membangun peradaban ini.

Kami bangga pada kalian, rasa bangga yang diliputi dengan pujian dan rasa syukur kepada pencipta kalian yang hanya untuk-Nya lah segala puji. Kami bangga dan bersyukur karena dalam usia yang masih sangat belia ini kalian telah terlibat begitu mendalam dalam dakwah ini dengan penuh semangat, subhanalloh.

Ya... hari ini dengan lantang kalian menyerukan dakwah lewat lagu-lagu menggugah jiwa itu. Kelak, kalianlah yang berada di garis-garis depan menyrukan kebenaran untuk peradaban ini.

Tak bisa Ummi tahan air mata ini, Nak. Haru, syukur, bahagia dan penuh harap akan kebaikan kalian kelak, berlebur menjadi satu, meluapkan titik-titik bening yang membasahi mata Ummi. Selamat, Nak. InsyaAlloh penglaman ini menjadi penglaman yang amat berharga untuk bekal kalian kedepan, sebagai seorang kader dakwah yang siap menjadikan hidup ini hanya untuk mengabdi kepada Ilahi Robbi.

Karena bagi kami kalian disebut Anak Kader bukan hanya karena kalian adalah anak-anak kami para Kader, tapi karena kalian adalah memang kader-kader dakwah itu, kalian sedang menjalani proses sebagai Kader Muda Partai Keadilan Sejahtera, insyaAlloh.