Minggu, 28 April 2013

Mau menuntut ilmu kok di TEST dulu?

Oleh : Fathia Asyafiqah

Mengapa banyak sekolah sekarang yang memberi test untuk siswa yang ingin menduduki bangku-bangku di sekolah itu?
- Agar sekolah itu menjadi sekolah paling bagus? ideal karena murid-murid didiknya memang ’sudah’ pintar?

Jika jawabannya seperti itu –> Lantas? kemana gelar “tanpa tanda jasa” itu?

Setau saya, Sekolah adalah tempat dimana orang-orang yang sedang berada di bawah, di naikan dengan pendidikan. di naikkan oleh guru-guru yang selalu mendukung , selalu menyuport, selalu tersenyum dan bersabar dan juga yakin setiap anak adalah bintang-bintang di masa depan nanti.

Sebagai anak sekolahan, saya selalu berpikir dan selalu bertanya dalam benak ini. saat melihat ratusan, bahkan ribuan orang mendaftar ke sekolah favorite di kota, provinsi atau apapun itu. Dan tidak lain tidak bukan, sekolah-sekolah favorite itu pasti mengadakan test. Mulai dari test Psikolog, Lisan dan tertulis.



Hasil yang mereka dapatkan apa? muri-murid yang benar-benar pintar. Lalu? anak-anak yang bisa dibilang dibawah mereka mau kemana? . Mereka mencari tempat baru, mencari sekolah 1 tingkat di bawah sekolah nomer pertama itu, jika mereka gagal? turun lagi satu tingkat, satu tingkat. Jika seperti itu, miris sekali ya..

Itu yang saya pikirkan.. Kesimpulan ber-diskusi dengan teman-teman, guru, bahkan orang tua yang ingin saya sampaikan disini..

1. Kenapa kita selalu ingin memasuki sekolah favorite? karena kita mampu dan percaya kita bisa masuk karena telah menjadi yang terbaik? pasti.
Tapi, coba deh kita renungkan sedikit hal positif nya. jika tidak menerima tidak apa. ini hanya hasil diskusi saya dan teman-teman saya.

Kenapa harus sekolah paling unggul yang kita pilih? Kita memang pintar, dan kita akan bersaing di sekolah yang berisi anak-anak pintar juga. Tau tidak? buat apa kita pintar tetapi tenggelam karena masih ada yang lebih pintar?
di sekolah biasa, kita bisa muncul. menjadi yang paling depan. Bakat kita akan muncul dan kita bisa memotifasi teman-teman kita.
bukan populer yang kita cari, tetapi memanfaatkan kemampuan kita untuk membangun teman-teman kita yang lain

2. Kenapa sekolah sekarang menyeleksi orang yang pintar saja?.
jujur saja, guru-guru sekarang bila dlihat tidak mau capek. Guru-guru di sekolah favorite pasti gampang mengajar mereka kan? mereka sudah pintar.
Jujur saja, seharusnya bukan kah guru itu berperan mengangkat anak didiknya menjadi yang paling atas dari pada anak didik guru-guru yang lain?

banyak kejadian nyata yang saya alami..
-Salah satunya adalah = ada seorang teman saya, kelas 6 SD belum bisa membaca. ya, belum bisa membaca. Tetapi? mengapa anak itu terus dinaikan tingkat hingga ia sama, sejajar dengan teman-teman yang lain nya? kemana peran guru? Apakah peran mereka menyerahkan anak itu keguru yang lain? tidak mau berusaha agar ia bisa mebaca seperti anak-anak yang lain nya?

Sekolah yang terbaik, adalah sekolah yang mau menerima anak-anak spesial, anak-anak yang butuh guru. butuh seeorang yang memang benar-benar guru.
Sekolah yang terbaik, adalah sekolah yang bisa mendengarkan suara muid-murid nya. Suara murid yang jarak kita temukan. sekolah sekarang lebih mengedepankan sopan santun. Sopan santun yang membuat murid takut berbicara. Takut dibilang tidak sopan.
Sebenarnya, Boleh kita berbicara. Asal itu benar dan masih menghormati orang yang lebih tua.

Mari teman-teman kita buktikan bahwa pendidikan bukan untuk anak yang memang pintar. Tapi juga untuk kita semua!
GURU DAN SEKOLAH YANG TERBAIK ADALAH YANG BISA MENDIDIK KITA MENJADI BINTANG! MENJADI SESEORANG YANG BESAR!
Bukan menjadi seseorang yang menjadi pintar, sarjana dan mencari kerja. Itu tidak dibutuhkan. Karena itu, negara kita banyak pengangguran.

Sumber  :

Minggu, 03 Maret 2013

23 Keuntungan Menghafal Al-Quran

Banyak hadits Rasulullah saw yang mendorong untuk menghafal Al Qur'an atau membacanya di luar kepala, sehingga hati seorang individu muslim tidak kosong dari sesuatu bagian dari kitab Allah swt. Seperti dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, "Orang yang tidak mempunyai hafalan Al Qur'an sedikit pun adalah seperti rumah kumuh yang mau runtuh." (HR. Tirmidzi)


Berikut adalah Fadhail Hifzhul Qur'an (Keutamaan menghafal Qur'an) yang dijelaskan Allah dan Rasul-Nya, agar kita lebih terangsang dan bergairah dalam berinteraksi dengan Al Qur'an khususnya menghafal.

Fadhail Dunia

1. Hifzhul Qur'an merupakan nikmat rabbani yang datang dari Allah

Bahkan Allah membolehkan seseorang memiliki rasa iri terhadap para ahlul Qur'an,
"Tidak boleh seseorang berkeinginan kecuali dalam dua perkara, menginginkan seseorang yang diajarkan oleh Allah kepadanya Al Qur'an kemudian ia membacanya sepanjang malam dan siang, sehingga tetangganya mendengar bacaannya, kemudian ia berkata, 'Andaikan aku diberi sebagaimana si fulan diberi, sehingga aku dapat berbuat sebagaimana si fulan berbuat'" (HR. Bukhari)

Bahkan nikmat mampu menghafal Al Qur'an sama dengan nikmat kenabian, bedanya ia tidak mendapatkan wahyu,
"Barangsiapa yang membaca (hafal) Al Qur'an, maka sungguh dirinya telah menaiki derajat kenabian, hanya saja tidak diwahyukan kepadanya." (HR. Hakim)

2. Al Qur'an menjanjikan kebaikan, berkah, dan kenikmatan bagi penghafalnya

"Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al Qur'an dan mengajarkannya" (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Seorang hafizh Al Qur'an adalah orang yang mendapatkan Tasyrif nabawi (penghargaan khusus dari Nabi SAW)

Di antara penghargaan yang pernah diberikan Nabi SAW kepada para sahabat penghafal Al Qur'an adalah perhatian yang khusus kepada para syuhada Uhud yang hafizh Al Qur'an. Rasul mendahulukan pemakamannya.

"Adalah nabi mengumpulkan di antara dua orang syuhada Uhud kemudian beliau bersabda, "Manakah di antara keduanya yang lebih banyak hafal Al Qur'an, ketika ditunjuk kepada salah satunya, maka beliau mendahulukan pemakamannya di liang lahat." (HR. Bukhari)

Pada kesempatan lain, Nabi SAW memberikan amanat pada para hafizh dengan mengangkatnya sebagai pemimpin delegasi.

Dari Abu Hurairah ia berkata, "Telah mengutus Rasulullah SAW sebuah delegasi yang banyak jumlahnya, kemudian Rasul mengetes hafalan mereka, kemudian satu per satu disuruh membaca apa yang sudah dihafal, maka sampailah pada Shahabi yang paling muda usianya, beliau bertanya, "Surat apa yang kau hafal? Ia menjawab,"Aku hafal surat ini.. surat ini.. dan surat Al Baqarah." Benarkah kamu hafal surat Al Baqarah?" Tanya Nabi lagi. Shahabi menjawab, "Benar." Nabi bersabda, "Berangkatlah kamu dan kamulah pemimpin delegasi." (HR. At-Turmudzi dan An-Nasa'i)

Kepada hafizh Al Qur'an, Rasul SAW menetapkan berhak menjadi imam shalat berjama'ah. Rasulullah SAW bersabda,
"Yang menjadi imam suatu kaum adalah yang paling banyak hafalannya." (HR. Muslim)

4. Hifzhul Qur'an merupakan ciri orang yang diberi ilmu

"Sebenarnya, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim." (QS Al-Ankabuut 29:49)

5. Hafizh Qur'an adalah keluarga Allah yang berada di atas bumi

"Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, "Siapakah mereka ya Rasulullah?" Rasul menjawab, "Para ahli Al Qur'an. Merekalah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya." (HR. Ahmad)


6. Menghormati seorang hafizh Al Qur'an berarti mengagungkan Allah

"Sesungguhnya termasuk mengagungkan Allah menghormati orang tua yang muslim, penghafal Al Qur'an yang tidak melampaui batas (di dalam mengamalkan dan memahaminya) dan tidak menjauhinya (enggan membaca dan mengamalkannya) dan Penguasa yang adil." (HR. Abu Daud)


Fadhail Akhirat

7. Al Qur'an akan menjadi penolong (syafa'at) bagi penghafal

Dari Abi Umamah ra. ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Bacalah olehmu Al Qur'an, sesungguhnya ia akan menjadi pemberi syafa'at pada hari kiamat bagi para pembacanya (penghafalnya)."" (HR. Muslim)

8. Hifzhul Qur'an akan meninggikan derajat manusia di surga

Dari Abdillah bin Amr bin 'Ash dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Akan dikatakan kepada shahib Al Qur'an, "Bacalah dan naiklah serta tartilkan sebagaimana engkau dulu mentartilkan Al Qur'an di dunia, sesungguhnya kedudukanmu di akhir ayat yang kau baca." (HR. Abu Daud dan Turmudzi)

Para ulama menjelaskan arti shahib Al Qur'an adalah orang yang hafal semuanya atau sebagiannya, selalu membaca dan mentadabur serta mengamalkan isinya dan berakhlak sesuai dengan tuntunannya.

9. Para penghafal Al Qur'an bersama para malaikat yang mulia dan taat

"Dan perumpamaan orang yang membaca Al Qur'an sedangkan ia hafal ayat-ayatnya bersama para malaikat yang mulia dan taat." (Muttafaqun ?alaih)

10. Bagi para penghafal kehormatan berupa tajul karamah (mahkota kemuliaan)

Mereka akan dipanggil, "Di mana orang-orang yang tidak terlena oleh menggembala kambing dari membaca kitabku?" Maka berdirilah mereka dan dipakaikan kepada salah seorang mereka mahkota kemuliaan, diberikan kepadanya kesuksesan dengan tangan kanan dan kekekalan dengan tangan kirinya. (HR. At-Tabrani)

11. Kedua orang tua penghafal Al Qur'an mendapat kemuliaan

Siapa yang membaca Al Qur'an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaiakan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, "Mengapa kami dipakaikan jubah ini?" Dijawab,"Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur'an." (HR. Al-Hakim)

12. Penghafal Al Qur'an adalah orang yang paling banyak mendapatkan pahala dari Al Qur'an


Untuk sampai tingkat hafal terus menerus tanpa ada yang lupa, seseorang memerlukan pengulangan yang banyak, baik ketika sedang atau selesai menghafal. Dan begitulah sepanjang hayatnya sampai bertemu dengan Allah. Sedangkan pahala yang dijanjikan Allah adalah dari setiap hurufnya.

"Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al Qur'an maka baginya satu hasanah, dan hasanah itu akan dilipatgandakan sepuluh kali. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, namun Alif itu satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf." (HR. At-Turmudzi)

13. Penghafal Al Qur'an adalah orang yang akan mendapatkan untung dalam perdagangannya dan tidak akan merugi

"Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri." (QS Faathir 35:29-30)

Adapun fadilah-fadilah lain seperti penghafal Al Qur'an tidak akan pikun, akalnya selalu sehat, akan dapat memberi syafa'at kepada sepuluh orang dari keluarganya, serta orang yang paling kaya, do'anya selalu dikabulkan dan pembawa panji-panji Islam, semuanya tersebut dalam hadits yang dhaif.

"Ya Allah, jadikan kami, anak-anak kami, dan keluarga kami sebagai penghafal Al Qur'an, jadikan kami orang-orang yang mampu mengambil manfaat dari Al Qur'an dan kelezatan mendengar ucapan-Nya, tunduk kepada perintah-perintah dan larangan-larangan yang ada di dalamnya, dan jadikan kami orang-orang yang beruntung ketika selesai khatam Al Qur'an. Allahumma amin" (dian)

Maraji':
Abdul Aziz Abdur Rauf, Lc. Kiat Sukses Menjadi Hafizh Qur'an Da'iyah.
Dr. Yusuf Qardhawi. Berinteraksi dengan Al Quran.

Sebuah kajian baru membuktikan bahwa semakin banyak hafalan seseorang terhadap Al-Qur’an Al-Karim, maka semakin baik pula kesehatan. Dr. Shalih bin Ibrahim Ash-Shani’, guru besar psikologi di Universitas Al-Imam bin Saud Al-Islamiyyah, Riyadh, meneliti dua kelompok responden, yaitu mahasiswa/i Universitas King Abdul Abdul Aziz yang jumlahnya 170 responden, dan kelompok mahasis Al-Imam Asy-Syathibi yang juga berjumlah 170 responden.
Peneliti mendefinisikan kesehatan psikologis sebagai kondisi dimana terjadi keselarasan psikis individu dari tiga faktor utama: agama, spiritual, sosiologis, dan jasmani. Untuk mengukurnya, peneliti menggunakan parameter kesehatan psikis –nya Sulaiman Duwairiat, yang terdiri dari 60 unit.
Penelitian ini menemukan adanya korelasi positif antara peningkatan kadar hafalan dengan tingkat kesehatan psikis, dan mahasiswa yang unggul di bidang hafalan Al-Qur’an itu memiliki tingkat kesehatan psikis dengan perbedaan yang sangat jelas.
Ada lebih dari tujuh puluh kajian, baik Islam atau asing, yang seluruhnya menegaskan urgensi agama dalam meningkatkan kesehatan psikis seseorang, kematangan dan ketenangannya. Sebagaimana berbagai penelitian di Arab Saudi sampai pada hasil yang menegaskan peran Al-Qur’an Al-Karim dalam meningkatkan ketrampilan dasar siswa-siswa sekolah dasar, dan pengaruh yang positif dari hafalan Al-Qur’an untuk mencapai IP yang tinggi bagi mahasiswa.
Kajian tersebut memberi gambaran yang jelas tentang hubungan antara keberagamaan dengan berbagai bentuknya, terutama menghafal Al-Qur’an Al-Karim, dan pengaruh-pengaruhnya terhadap kesehatan psikisi individu dan kepribadiannya, dibanding dengan individu-individu yang tidak disiplin dengan ajaran-ajaran agama, atau tidak menghafal Al-Qur’an, sedikit atau seluruhnya.
Komentar terhadap Kajian:
Setiap orang yang menghafal sebagian dari Al-Qur’an dan mendengar bacaan Al-Qur’an secara kontinu itu pasti merasakan perubahan yang besar dalam hidupnya. Hafalan Al-Qur’an juga berpengaruh pada kesehatan fisiknya. Melalui pengalaman dan pengamatan, dipastikan bahwa hafalan Al-Qur’an itu dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh pada seseorang, dan membantunya terjaga dari berbagai penyakit.
Berikut ini adalah manfaat-manfaat hafalan Al-Qur’an, seperti yang penulis dan orang lain rasakan:
14. Pikiran yang jernih.
15. Kekuatan memori.
16. Ketenangan dan stabilitas psikologis.
17. Senang dan bahagia.
18. Terbebas dari takut, sedih dan cemas.
19. Mampu berbicara di depan publik.
20. Mampu membangun hubungan sosial yang lebih baik dan memperoleh kepercayaan dari orang lain.
21. Terbebas dari penyakit akut.
22. Dapat meningkatkan IQ.
23. Memiliki kekuatan dan ketenangan psikilogis.
Karena itu Allah berfirman, “Sebenarnya, Al Qur’an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang lalim.” (QS Al-‘Ankabut [29]: 49)
Ini adalah sebagian dari manfaat keduniaan. Ada manfaat-manfaat yang jauh lebih besar di akhirat, yaitu kebahagiaan saat berjumpa dengan Allah, memperoleh ridha dan nikmat yang abadi, mendapatkan tempat di dekat kekasih mulia Muhammad Saw.

Sumber:  

Rabu, 09 Januari 2013

Bikin Pempek Palembang

Jadwal prakarya ( Create Something ) kami pekan ini adalah membuat makanan. Pilihan jatuh pada makanan khas Palembang yang mulai marak dijual orang di Pare. Berawal dari rizki Ummi ketambahan teman halaqoh dari akhwat Palembang (Dek Della dan dek Nana) yang sedang kursus di Kampung Inggris dan berkesempatan untuk mengisi program bulanan Faniyah (ketrampilan) membuat makanan khas Palembang yang bikin penasaran, PEMPEK. Juga beberapa kali beli di tukang pempek yang lewat depan rumah. Jadi semua sudah kenal dengan makanan ini, termasuk Yumna...^^

Meskipun resep yang digunakan tidak lengkap karena Dek Della dan Dek Nana waktu itu tidak ketemu ikan laut, tapi alhamdulillah kami cukup faham dengan resep yang dibagikan.

Bahan :
Indukan :
- 500 gram tepung gandum (terigu)
- 2 butir telur
- 50 gram bawang putih
- 100 gram ikan teri (bahan yang ummi tambahkan sendiri atas rekomendasi dari dek Della sebagai ganti ikan tengiri)
- Air panas secukupnya
- Gula dan garam secukupnya

Tambahan :
- 200 gram sagu (ternyata yang disini tepung tapioka itu di Palembang disebutnya sagu)
- 250 gram minyak goreng

Cuka :
- 200 gram cabe lalap (karena disini tidak ada cabe rawit)
- 250 gram gula batok
- 100 gram bawang putih
- 1 sdm asam jawa

Cara membuat :
  1. Cuci dan rendam beberapa saat ikan teri dengan air panas. Lalu haluskan bersama bawang putih, gula dan garam.
  2. Campur dengan telur, kocok lepas
  3. Masukkan tepung terigu, aduk sampai rata, tambahkan air panas.
  4. Aduk terus sampai adonan kalis
  5. Ambil beberapa bagian adonan yang sudah jadi, masukkan ke dalam wadah tersendiri dan tambahkan tepung tapioka sampai tidak lengket, aduk sampai rata tapi jangan terlalu lama agar tidak kenyal hasilnya
  6. Cetak dan goreng sampai kecoklatan.
  7. Untuk cuka, haluskan cabe (jangan buang tangkainya) dan bawang putih. Masukkan dalam rebusan gula bersama asam, gula dan garam. Aduk-aduk sampai mendidih dan berbusa. Setelah diangkat, saring dan buang ampasnya.
  8. Pempek Palembang siap dihidangkan
Wah...enak...kata anak-anak. Alhamdulillah...sore itu kami bisa makan pempek dengan cukup, bisa nambah-nambah ^^ Bahkan bisa jadi menu pagi juga. Dan terbersitlah dalam pikiran Fathin. "Jual pempek di depan rumah yuk mi...." Nah kan...masuklah satu indikator dari Muwashshofat Qoodirun 'Alaa Kasbi (Mandiri dan mempunyai penghasilan yang halal). Tinggal eksusinya ini...Alhamdulillah. Mari di inventaris pekerjaan-pekerjaan apa yang cocok untuk dijadikan mata pencaharian.

Dan bukan hanya Qoodirun 'Alaa Kasbi yang menjadi target Muwashshofat kami dengan kegiatan Create Something, tapi juga Munaadzomun fii Su-unihi (rapi dalam urusannya), yaitu belajar rapi lewat kegiatan ini, rapi memulainya, bagaimana urut-urutan proses pembuatannya, juga rapi mengakhirinya, membereskan kembali barang-barang yang telah digunakan. Dengan jadwal pekanan Create Something (dengan topik yang berbeda tiap pekannya), diharapkan proses belajar untuk menjadi seorang muslim Kaffah dengan fokus indikator pada 2 Muwashshofat ini dan pada kegiatan-kegiatan lain untuk 8 Muwashshofat lainnya akan sedikit demi sedikit menjadi bagian dari kehidupan dan proses tumbuh anak-anak dan kami orang tuanya. Semoga Alloh meridhoi langkah-lankah ini, aamiin...


*Cerita tentang kegiatan kami yang lain beserta nilai Muwashshofatnya insyaAlloh segera di update.