Jika Orang Tua Menginginkan Anak Penghafal Al Qur’an
Diposkan oleh Gresia Divi pada Sabtu, 30 Maret 2013 | 07.00 WIB
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ
”Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya..”
(QS. Al Hijr : 9)
Sudah merupakan janji Allah, bahwa Al Qur'an akan dipelihara Allah, diantaranya, di dada orang-orang muslim. Begitu banyak bukti, begitu banyak kisah tentang para penghafal Al Qur'an dari mulai zaman Rasulullah hingga kini. Dari berbagai macam warna kulit, ras, dan bangsa, semuanya ada yang menjadi penghafal Al Qur'an.
Begitu pun saat ini, di mana menghafal Al Qur'an menjadi trend. Banyak orang mau menghafal Al Qur’an. Banyak pula para orang tua yang berlomba-lomba memasukkan anaknya di sekolah-sekolah penghafal Al Qur'an. Tapi tidak sedikit juga orang yang mengatakan, “Apakah aku bisa menghafal Al Qur'an? Apakah aku bisa membuat anak-anakku menjadi penghafal Al Qur'an?” Kalau semua orang berazzam mau menghafal Al qur'an, pertanyaannya apakah semua orang mau menjalani prosesnya, proses sebagai orang tua bagi anak-anak penghafal Al Qur'an.
“Semua itu ada prosesnya, dan proses bagi orang tua yang anaknya penghafal Al Qur'an itu prosesnya luar biasa. Allah tidak akan memberi pahala yang besar kecuali liku-likunya juga luar biasa”, tutur Dr. Sarmini, pendiri Pesantren Utrujah, dalam sharing bersamanya di TK Islam Terpadu Al'Ibrah (28/3).
Bagaimana liku-likunya orang menjadi syahid tidak serta merta tanpa bantuan Allah pula. Seperti sahabat Khalid bin Walid yang mengharap syahid tapi meninggal di tempat tidur walau insya Allah mendapat pahalanya. Allah sudah menjanjikan 70 syafaat yang diberikan untuk keluarganya bagi mereka yang mati syahid. Sedangkan, bagi mereka yang penghafal Al Qura'an 40 syafaat.
Jika para orang tua memasrahkan begitu saja anak-anak mereka pada sekolah tanpa mendampinginya di rumah dengan menjaga muroja'ah dan mengkondisikan lingkungan anak dengan Al Qur'an serta bagaimana visi misi keluarga tersebut, tentu sangat bertentangan. Apakah mau jika hanya sekolah yang mendapat pahala. Hal ini dapat dilakukan dengan mengaitkan segala aktivitas dengan Al Qur'an. Sebagai contoh, anak-anak diajak untuk melihat wisudawan-wisudawati yang ada di Gaza agar mereka tahu bahwa yang mereka lakukan juga dilakukan oleh banyak anak di berbagai belahan dunia.
Kita punya tujuan lebih jauh yaitu menjayakan Al Qur'an. Jaya di atas generasi anak-anak kita. Jika generasi kita tidak layak, tidak loyal, maka Allah akan menggantikan dengan umat yang lebih loyal, lebih baik. “Tentu kita tidak ingin hal ini terjadi. Kita ingin memantaskan di hadapan Allah, ‘Ya Allah, ini anakku siap’. Tentu kita harus memadankan, melayakkan, memantaskan di hadapan Allah”, imbuh beliau. Oleh karena itu, kita harus menyiapkan keluarga-keluarga Qur'ani.
Bagaimana kita membangun kampung kita agar seperti yang ada di Gaza, kampung 0% buta huruf Al Qur'an. Ini harus menjadi agenda utama kita daripada 0% buta huruf bahasa Indonesia. Barangsiapa yang berkonsentrasi dan disibukkan oleh urusan Allah tanpa meminta urusan dunia, Allah akan memberikan urusan dunia itu tanpa diminta. Barangsiapa yang hanya mengurusi dunia, akan disulitkan. Contohnya, sholat Dhuha. Sering kali kita lupa bahwa yang menjadikan lancar bukan shalatnya tetapi Allah. Begitu pula dengan menghafal Al Qur'an, harus jelas kita sampaikan kepada anak-anak, mengapa harus menghafal Al Qur'an agar mereka bangga menghafal Al Qur'an. Kita harus mau membayar harganya. Jika anak berhasil sekian juz apa kita mau mendampinginya di rumah karena menjadi keluarga penghafal Al Qur'an luar biasa tantangannya tapi luar biasa berkahnya, banyak indahnya. Betapa waktu sangat berkah karena tidak sempat melakukan hal yang remeh temeh tidak ada gunanya.
Saat Dr. Sumarni bertanya ke salah seorang anak yang menghafal Al Qur'an apa ada kesulitan memahami pelajaran lain, ternyata tidak. Bahkan justru itu yang membuat anak konsentrasi, stabil, dan beradab. Anak lebih mudah diberi tahu. Dengan menghafal Al Qur'an, luar biasa kestabilan emosi anak. Beberapa anak yang masih terpaksa tidak perlu dipaksa. Biarlah berjalan alami saja karena biasanya jika sudah menambah hafalan, mereka akan merasa cinta dengan sendirinya. Anak dengan mental seperti itu sangat mudah untuk diberi pengertian.
Bukan hanya tentang metode yang menyenangkan yang mana yang kita pilihkaan untuk anak-anak, akan tetapi lebih pada bagaimana menanamkan ke mereka bahwa menghafal Al Qur'an itu yang mereka perlukan dalam hidup mereka. Mengapa hal ini dilakukan, tidak lain agar anak memiliki kemandirian, rasa ingin menghafal dan itu yang harus dicanangkan. Jadi, jika para orang tua menginginkan anak-anaknya menjadi luar biasa sebagai penghafal Al Qur'an, mereka harus mau menjalani proses yang luar biasa pula. [Gresia Divi]
Sumber :
Jika Orang Tua Menginginkan Anak Penghafal Al Qur’an | Bersama Dakwah
Minggu, 28 April 2013
Mau menuntut ilmu kok di TEST dulu?
Oleh : Fathia Asyafiqah
Mengapa banyak sekolah sekarang yang memberi test untuk siswa yang ingin menduduki bangku-bangku di sekolah itu?
- Agar sekolah itu menjadi sekolah paling bagus? ideal karena murid-murid didiknya memang ’sudah’ pintar?
Jika jawabannya seperti itu –> Lantas? kemana gelar “tanpa tanda jasa” itu?
Setau saya, Sekolah adalah tempat dimana orang-orang yang sedang berada di bawah, di naikan dengan pendidikan. di naikkan oleh guru-guru yang selalu mendukung , selalu menyuport, selalu tersenyum dan bersabar dan juga yakin setiap anak adalah bintang-bintang di masa depan nanti.
Sebagai anak sekolahan, saya selalu berpikir dan selalu bertanya dalam benak ini. saat melihat ratusan, bahkan ribuan orang mendaftar ke sekolah favorite di kota, provinsi atau apapun itu. Dan tidak lain tidak bukan, sekolah-sekolah favorite itu pasti mengadakan test. Mulai dari test Psikolog, Lisan dan tertulis.
Hasil yang mereka dapatkan apa? muri-murid yang benar-benar pintar. Lalu? anak-anak yang bisa dibilang dibawah mereka mau kemana? . Mereka mencari tempat baru, mencari sekolah 1 tingkat di bawah sekolah nomer pertama itu, jika mereka gagal? turun lagi satu tingkat, satu tingkat. Jika seperti itu, miris sekali ya..
Itu yang saya pikirkan.. Kesimpulan ber-diskusi dengan teman-teman, guru, bahkan orang tua yang ingin saya sampaikan disini..
1. Kenapa kita selalu ingin memasuki sekolah favorite? karena kita mampu dan percaya kita bisa masuk karena telah menjadi yang terbaik? pasti.
Tapi, coba deh kita renungkan sedikit hal positif nya. jika tidak menerima tidak apa. ini hanya hasil diskusi saya dan teman-teman saya.
Kenapa harus sekolah paling unggul yang kita pilih? Kita memang pintar, dan kita akan bersaing di sekolah yang berisi anak-anak pintar juga. Tau tidak? buat apa kita pintar tetapi tenggelam karena masih ada yang lebih pintar?
di sekolah biasa, kita bisa muncul. menjadi yang paling depan. Bakat kita akan muncul dan kita bisa memotifasi teman-teman kita.
bukan populer yang kita cari, tetapi memanfaatkan kemampuan kita untuk membangun teman-teman kita yang lain
2. Kenapa sekolah sekarang menyeleksi orang yang pintar saja?.
jujur saja, guru-guru sekarang bila dlihat tidak mau capek. Guru-guru di sekolah favorite pasti gampang mengajar mereka kan? mereka sudah pintar.
Jujur saja, seharusnya bukan kah guru itu berperan mengangkat anak didiknya menjadi yang paling atas dari pada anak didik guru-guru yang lain?
banyak kejadian nyata yang saya alami..
-Salah satunya adalah = ada seorang teman saya, kelas 6 SD belum bisa membaca. ya, belum bisa membaca. Tetapi? mengapa anak itu terus dinaikan tingkat hingga ia sama, sejajar dengan teman-teman yang lain nya? kemana peran guru? Apakah peran mereka menyerahkan anak itu keguru yang lain? tidak mau berusaha agar ia bisa mebaca seperti anak-anak yang lain nya?
Sekolah yang terbaik, adalah sekolah yang mau menerima anak-anak spesial, anak-anak yang butuh guru. butuh seeorang yang memang benar-benar guru.
Sekolah yang terbaik, adalah sekolah yang bisa mendengarkan suara muid-murid nya. Suara murid yang jarak kita temukan. sekolah sekarang lebih mengedepankan sopan santun. Sopan santun yang membuat murid takut berbicara. Takut dibilang tidak sopan.
Sebenarnya, Boleh kita berbicara. Asal itu benar dan masih menghormati orang yang lebih tua.
Mari teman-teman kita buktikan bahwa pendidikan bukan untuk anak yang memang pintar. Tapi juga untuk kita semua!
GURU DAN SEKOLAH YANG TERBAIK ADALAH YANG BISA MENDIDIK KITA MENJADI BINTANG! MENJADI SESEORANG YANG BESAR!
Bukan menjadi seseorang yang menjadi pintar, sarjana dan mencari kerja. Itu tidak dibutuhkan. Karena itu, negara kita banyak pengangguran.
Sumber :
Minggu, 03 Maret 2013
23 Keuntungan Menghafal Al-Quran
Berikut adalah Fadhail Hifzhul Qur'an (Keutamaan menghafal Qur'an) yang dijelaskan Allah dan Rasul-Nya, agar kita lebih terangsang dan bergairah dalam berinteraksi dengan Al Qur'an khususnya menghafal.
Fadhail Dunia
1. Hifzhul Qur'an merupakan nikmat rabbani yang datang dari Allah
Bahkan Allah membolehkan seseorang memiliki rasa iri terhadap para ahlul Qur'an,
"Tidak boleh seseorang berkeinginan kecuali dalam dua perkara, menginginkan seseorang yang diajarkan oleh Allah kepadanya Al Qur'an kemudian ia membacanya sepanjang malam dan siang, sehingga tetangganya mendengar bacaannya, kemudian ia berkata, 'Andaikan aku diberi sebagaimana si fulan diberi, sehingga aku dapat berbuat sebagaimana si fulan berbuat'" (HR. Bukhari)
Bahkan nikmat mampu menghafal Al Qur'an sama dengan nikmat kenabian, bedanya ia tidak mendapatkan wahyu,
"Barangsiapa yang membaca (hafal) Al Qur'an, maka sungguh dirinya telah menaiki derajat kenabian, hanya saja tidak diwahyukan kepadanya." (HR. Hakim)
2. Al Qur'an menjanjikan kebaikan, berkah, dan kenikmatan bagi penghafalnya
"Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al Qur'an dan mengajarkannya" (HR. Bukhari dan Muslim)
3. Seorang hafizh Al Qur'an adalah orang yang mendapatkan Tasyrif nabawi (penghargaan khusus dari Nabi SAW)
Di antara penghargaan yang pernah diberikan Nabi SAW kepada para sahabat penghafal Al Qur'an adalah perhatian yang khusus kepada para syuhada Uhud yang hafizh Al Qur'an. Rasul mendahulukan pemakamannya.
"Adalah nabi mengumpulkan di antara dua orang syuhada Uhud kemudian beliau bersabda, "Manakah di antara keduanya yang lebih banyak hafal Al Qur'an, ketika ditunjuk kepada salah satunya, maka beliau mendahulukan pemakamannya di liang lahat." (HR. Bukhari)
Pada kesempatan lain, Nabi SAW memberikan amanat pada para hafizh dengan mengangkatnya sebagai pemimpin delegasi.
Dari Abu Hurairah ia berkata, "Telah mengutus Rasulullah SAW sebuah delegasi yang banyak jumlahnya, kemudian Rasul mengetes hafalan mereka, kemudian satu per satu disuruh membaca apa yang sudah dihafal, maka sampailah pada Shahabi yang paling muda usianya, beliau bertanya, "Surat apa yang kau hafal? Ia menjawab,"Aku hafal surat ini.. surat ini.. dan surat Al Baqarah." Benarkah kamu hafal surat Al Baqarah?" Tanya Nabi lagi. Shahabi menjawab, "Benar." Nabi bersabda, "Berangkatlah kamu dan kamulah pemimpin delegasi." (HR. At-Turmudzi dan An-Nasa'i)
Kepada hafizh Al Qur'an, Rasul SAW menetapkan berhak menjadi imam shalat berjama'ah. Rasulullah SAW bersabda,
"Yang menjadi imam suatu kaum adalah yang paling banyak hafalannya." (HR. Muslim)
4. Hifzhul Qur'an merupakan ciri orang yang diberi ilmu
"Sebenarnya, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim." (QS Al-Ankabuut 29:49)
5. Hafizh Qur'an adalah keluarga Allah yang berada di atas bumi
"Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, "Siapakah mereka ya Rasulullah?" Rasul menjawab, "Para ahli Al Qur'an. Merekalah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya." (HR. Ahmad)
6. Menghormati seorang hafizh Al Qur'an berarti mengagungkan Allah
"Sesungguhnya termasuk mengagungkan Allah menghormati orang tua yang muslim, penghafal Al Qur'an yang tidak melampaui batas (di dalam mengamalkan dan memahaminya) dan tidak menjauhinya (enggan membaca dan mengamalkannya) dan Penguasa yang adil." (HR. Abu Daud)
Fadhail Akhirat
7. Al Qur'an akan menjadi penolong (syafa'at) bagi penghafal
Dari Abi Umamah ra. ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Bacalah olehmu Al Qur'an, sesungguhnya ia akan menjadi pemberi syafa'at pada hari kiamat bagi para pembacanya (penghafalnya)."" (HR. Muslim)
8. Hifzhul Qur'an akan meninggikan derajat manusia di surga
Dari Abdillah bin Amr bin 'Ash dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Akan dikatakan kepada shahib Al Qur'an, "Bacalah dan naiklah serta tartilkan sebagaimana engkau dulu mentartilkan Al Qur'an di dunia, sesungguhnya kedudukanmu di akhir ayat yang kau baca." (HR. Abu Daud dan Turmudzi)
Para ulama menjelaskan arti shahib Al Qur'an adalah orang yang hafal semuanya atau sebagiannya, selalu membaca dan mentadabur serta mengamalkan isinya dan berakhlak sesuai dengan tuntunannya.
9. Para penghafal Al Qur'an bersama para malaikat yang mulia dan taat
"Dan perumpamaan orang yang membaca Al Qur'an sedangkan ia hafal ayat-ayatnya bersama para malaikat yang mulia dan taat." (Muttafaqun ?alaih)
10. Bagi para penghafal kehormatan berupa tajul karamah (mahkota kemuliaan)
Mereka akan dipanggil, "Di mana orang-orang yang tidak terlena oleh menggembala kambing dari membaca kitabku?" Maka berdirilah mereka dan dipakaikan kepada salah seorang mereka mahkota kemuliaan, diberikan kepadanya kesuksesan dengan tangan kanan dan kekekalan dengan tangan kirinya. (HR. At-Tabrani)
11. Kedua orang tua penghafal Al Qur'an mendapat kemuliaan
Siapa yang membaca Al Qur'an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaiakan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, "Mengapa kami dipakaikan jubah ini?" Dijawab,"Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur'an." (HR. Al-Hakim)
12. Penghafal Al Qur'an adalah orang yang paling banyak mendapatkan pahala dari Al Qur'an
Untuk sampai tingkat hafal terus menerus tanpa ada yang lupa, seseorang memerlukan pengulangan yang banyak, baik ketika sedang atau selesai menghafal. Dan begitulah sepanjang hayatnya sampai bertemu dengan Allah. Sedangkan pahala yang dijanjikan Allah adalah dari setiap hurufnya.
"Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al Qur'an maka baginya satu hasanah, dan hasanah itu akan dilipatgandakan sepuluh kali. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, namun Alif itu satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf." (HR. At-Turmudzi)
13. Penghafal Al Qur'an adalah orang yang akan mendapatkan untung dalam perdagangannya dan tidak akan merugi
"Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri." (QS Faathir 35:29-30)
Adapun fadilah-fadilah lain seperti penghafal Al Qur'an tidak akan pikun, akalnya selalu sehat, akan dapat memberi syafa'at kepada sepuluh orang dari keluarganya, serta orang yang paling kaya, do'anya selalu dikabulkan dan pembawa panji-panji Islam, semuanya tersebut dalam hadits yang dhaif.
"Ya Allah, jadikan kami, anak-anak kami, dan keluarga kami sebagai penghafal Al Qur'an, jadikan kami orang-orang yang mampu mengambil manfaat dari Al Qur'an dan kelezatan mendengar ucapan-Nya, tunduk kepada perintah-perintah dan larangan-larangan yang ada di dalamnya, dan jadikan kami orang-orang yang beruntung ketika selesai khatam Al Qur'an. Allahumma amin" (dian)
Maraji':
Abdul Aziz Abdur Rauf, Lc. Kiat Sukses Menjadi Hafizh Qur'an Da'iyah.
Dr. Yusuf Qardhawi. Berinteraksi dengan Al Quran.
Sebuah
kajian baru membuktikan bahwa semakin banyak hafalan seseorang terhadap
Al-Qur’an Al-Karim, maka semakin baik pula kesehatan. Dr. Shalih bin
Ibrahim Ash-Shani’, guru besar psikologi di Universitas Al-Imam bin Saud
Al-Islamiyyah, Riyadh, meneliti dua kelompok responden, yaitu
mahasiswa/i Universitas King Abdul Abdul Aziz yang jumlahnya 170
responden, dan kelompok mahasis Al-Imam Asy-Syathibi yang juga berjumlah
170 responden.
Peneliti
mendefinisikan kesehatan psikologis sebagai kondisi dimana terjadi
keselarasan psikis individu dari tiga faktor utama: agama, spiritual,
sosiologis, dan jasmani. Untuk mengukurnya, peneliti menggunakan
parameter kesehatan psikis –nya Sulaiman Duwairiat, yang terdiri dari 60
unit.
Penelitian
ini menemukan adanya korelasi positif antara peningkatan kadar hafalan
dengan tingkat kesehatan psikis, dan mahasiswa yang unggul di bidang
hafalan Al-Qur’an itu memiliki tingkat kesehatan psikis dengan perbedaan
yang sangat jelas.
Ada
lebih dari tujuh puluh kajian, baik Islam atau asing, yang seluruhnya
menegaskan urgensi agama dalam meningkatkan kesehatan psikis seseorang,
kematangan dan ketenangannya. Sebagaimana berbagai penelitian di Arab
Saudi sampai pada hasil yang menegaskan peran Al-Qur’an Al-Karim dalam
meningkatkan ketrampilan dasar siswa-siswa sekolah dasar, dan pengaruh
yang positif dari hafalan Al-Qur’an untuk mencapai IP yang tinggi bagi
mahasiswa.
Kajian
tersebut memberi gambaran yang jelas tentang hubungan antara
keberagamaan dengan berbagai bentuknya, terutama menghafal Al-Qur’an
Al-Karim, dan pengaruh-pengaruhnya terhadap kesehatan psikisi individu
dan kepribadiannya, dibanding dengan individu-individu yang tidak
disiplin dengan ajaran-ajaran agama, atau tidak menghafal Al-Qur’an,
sedikit atau seluruhnya.
Komentar terhadap Kajian:
Setiap
orang yang menghafal sebagian dari Al-Qur’an dan mendengar bacaan
Al-Qur’an secara kontinu itu pasti merasakan perubahan yang besar dalam
hidupnya. Hafalan Al-Qur’an juga berpengaruh pada kesehatan fisiknya.
Melalui pengalaman dan pengamatan, dipastikan bahwa hafalan Al-Qur’an
itu dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh pada seseorang, dan
membantunya terjaga dari berbagai penyakit.
Berikut ini adalah manfaat-manfaat hafalan Al-Qur’an, seperti yang penulis dan orang lain rasakan:
14. Pikiran yang jernih.
15. Kekuatan memori.
16. Ketenangan dan stabilitas psikologis.
17. Senang dan bahagia.
18. Terbebas dari takut, sedih dan cemas.
19. Mampu berbicara di depan publik.
20. Mampu membangun hubungan sosial yang lebih baik dan memperoleh kepercayaan dari orang lain.
21. Terbebas dari penyakit akut.
22. Dapat meningkatkan IQ.
23. Memiliki kekuatan dan ketenangan psikilogis.
15. Kekuatan memori.
16. Ketenangan dan stabilitas psikologis.
17. Senang dan bahagia.
18. Terbebas dari takut, sedih dan cemas.
19. Mampu berbicara di depan publik.
20. Mampu membangun hubungan sosial yang lebih baik dan memperoleh kepercayaan dari orang lain.
21. Terbebas dari penyakit akut.
22. Dapat meningkatkan IQ.
23. Memiliki kekuatan dan ketenangan psikilogis.
Karena
itu Allah berfirman, “Sebenarnya, Al Qur’an itu adalah ayat-ayat yang
nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang
mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang lalim.” (QS
Al-‘Ankabut [29]: 49)
Ini
adalah sebagian dari manfaat keduniaan. Ada manfaat-manfaat yang jauh
lebih besar di akhirat, yaitu kebahagiaan saat berjumpa dengan Allah,
memperoleh ridha dan nikmat yang abadi, mendapatkan tempat di dekat
kekasih mulia Muhammad Saw.
Sumber:
Langganan:
Postingan (Atom)