Senin, 24 Desember 2012

Kalian adalah Kader Dakwah

Beberapa hari belakangan ini Fathin dan 'Abdan sibuk latihan paduan suara untuk acara Semarak Hari Ibu yang diselenggarakan oleh Bidang Perempuan DPC PKS Kecamatan Pare Kabupaten Kediri. Tim Paduan Suara ini diambil dari 3 Halaqoh Anak Kader yang ada di Pare yang bertugas menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars PKS dan Hymne PKS pada pembukaan acara Semarak Hari Ibu tahun ini.

Fathin dan 'Abdan adalah dua peserta yang berasal dari luar sekolah, semua peserta lain berasal sari SDIT Nurul Islam (NURIS), sebenarnya ada 2 orang lagi teman halaqoh Fathin yang dari luar NURIS tapi mereka tidak aktif. Dari 4 kali latihan Fathin dan 'Abdan selalu bersemangat untuk berangkat, meski pada latihan ke dua sampai terkhir mereka harus bersepeda kurang lebih 4km. Salut untuk Fathin yang selalu siap membonceng 'Abdan berangakat dan pulangnya. Ini pengalaman pertama kalian berboncengan sepeda agak jauh untuk sebuah misi besar dalam peran kita membangun peradaban ini.

Kami bangga pada kalian, rasa bangga yang diliputi dengan pujian dan rasa syukur kepada pencipta kalian yang hanya untuk-Nya lah segala puji. Kami bangga dan bersyukur karena dalam usia yang masih sangat belia ini kalian telah terlibat begitu mendalam dalam dakwah ini dengan penuh semangat, subhanalloh.

Ya... hari ini dengan lantang kalian menyerukan dakwah lewat lagu-lagu menggugah jiwa itu. Kelak, kalianlah yang berada di garis-garis depan menyrukan kebenaran untuk peradaban ini.

Tak bisa Ummi tahan air mata ini, Nak. Haru, syukur, bahagia dan penuh harap akan kebaikan kalian kelak, berlebur menjadi satu, meluapkan titik-titik bening yang membasahi mata Ummi. Selamat, Nak. InsyaAlloh penglaman ini menjadi penglaman yang amat berharga untuk bekal kalian kedepan, sebagai seorang kader dakwah yang siap menjadikan hidup ini hanya untuk mengabdi kepada Ilahi Robbi.

Karena bagi kami kalian disebut Anak Kader bukan hanya karena kalian adalah anak-anak kami para Kader, tapi karena kalian adalah memang kader-kader dakwah itu, kalian sedang menjalani proses sebagai Kader Muda Partai Keadilan Sejahtera, insyaAlloh.









 

Sabtu, 24 November 2012

Fokus Pada Kebaikan Anak Anda

" Duh tau nggak anakku paling nggak PD orangnya, kalau disuruh kenalan pasti malu"
" Iya, anakku juga kalau giliran nyanyi kedepan pasti langsung mau nangis."
"Wah, kalo anakku lain lagi dia malah kadang terlalu berani orangnya"

Itu kata-kata yang sering saya dengar ataupun bahkan saya sendiri malah sering yang sering mengucapkan ketika bertemu dengan ibu-ibu lain. Ada saja kelemahan anak yang diumbar ketika bertemu ibu-ibu lain. Bahkan tak jarang diucapkan tepat didepan sang anak. Sebenarnya saya mengeluarkan statement seperti itu hanya karena ingin curhat sama teman, sambil mencari solusi atas masalah anak saya tersebut.

Hanya saja terlalu sering dibicarakan masalah tersebut ternyata malah semakin melekat ke anak. Loh kenapa begitu yah?

Sebagian orang tua (termasuk saya :p) terlalu sering memikirkan berbagai hal yang kurang pada diri anak. Mereka terlalu fokus pada beberapa kelemahan kecil dan melupakan kebaikan pada anak yang jumlahnya lebih banyak. Sehingga akhirnya masalah kecil tersebut malah menjadi besar dan kebaikan-kebaikan anak menjadi tertutup oleh masalah itu. Secara tidak langsung mereka sering memberikan cap jelek pada anak. Anakpun setelah beberapa kali mendengar komentar negatif dari orangtuanya, akan memandang dirinya negatif.

Lalu bagaimana caranya menghapus stigma negatif yang telah ada? Caranya adalah dengan fokus pada kebaikan anak. Ini saya pelajari melalui dua seminar yaitu di Cikeas dan Seminar Anak Soleh, Pintar dan Kaya. Novian Triwidia Jaya menyampaikan trik yang bisa orang tua pakai untuk lebih fokus pada kebaikan anak. Dengan cara menuliskan 10 kebaikan anak dalam waktu 10 menit. Jika tidak dapat kita lakukan maka kita bisa mencobanya setiap hari dengan cara minimal menulis 2 kebaikan anak setiap harinya.

Kebaikan yang kita tulis juga hendaknya mengungkapkan detil bukan gambaran umum seperti anak hebat, anak soleh dan sebagainya.

Ini contoh beberapa kebaikan Rafif yang saya tulis :
- Rafif mau menolong adiknya naik kemobil dan kemudian membantu menutup pintunya.
- Rafif senang membaca buku
- Rafif sudah pintar menggambar mobil
- Rafif mau berbagi makanan dengan teman atau adiknya
- Rafif sudah bisa membatasi bermain game

dan daftar ini akan terus bertambah panjang setiap harinya. Biarkan anak melihat atau mendengar berbagai kebaikan tersebut sehingga akan membuat dia percaya diri serta memandang positif dirinya

Setiap orang punya kelemahan termasuk anak saya, dan saya tidak ingin lagi membuat anak tertekan dengan kelemahannya. Insya Allah dengan fokus pada kelebihan atau kebaikkannya maka kelemahannya akan tidak berarti lagi


Sumber : http://www.daramaina.com

Senin, 15 Oktober 2012

Field Trip Campina 15 Oktober 2012

Acara ini lumayan tidak begitu kami persiapkan, sampai-sampai membuka group fb KS Merapat pun baru sempat hari jum'at. Padahal diskusi rencana keberangkatan sudah ramai. Jadilah kita agak bingung dapat tempat atau tidak. Karena peserta sudah mulai penuh maka kami putuskan untuk berangkat bersama anak-anak besar saja, yang balita tidak dibawa serta, kasihan juga karena ternyata renacananya kami berangkat pakai bus.

Sabtu pagi Mbak Maria Magdalena koordinator Klub Sinau inbox fb, menyampaikan bahwa ternyata pihak perusahaan tidak mengizinkan anak-anak di bawah usia 5th untuk turut serta dalam field trip ini. O, kebetulan, anak-anak yang balita memang tidak kami ajak, dan persiapan menjadi lebih mudah. Maka kami pun memilih hari Senin dari yang semula memilih hari Selasa, karena hari Selasa memang Ummi ada agenda.

Kami berangkat pukul 05.15 dari rumah, anak-anak balita dibawa jalan-jalan oleh Abi. Pukul 05.35 kami dapat bus Patas Surabaya, awalnya tidak ada tempat duduk, tapi alhamdulillah ada orang berbaik hati yang memberikan segera tempat duduknya sebelum ia turun.

Sebenarnya perjalanan lancar, hanya saja sesampainya di Sepanjang Sidoarjo jalan mulai macet. Pukul 08.20 kami baru sampai di terminal Purabaya. Alhamdulillah kakak yang biasanya mabuk perjalanan kali ini hanya mual saja. Agak deg-deg an ketika info arah rungkut yang Ummi dapat dari paman Ummi tidak seperti yang Ummi bayangkan. Ummi pikir bus antar kota ini melewati Jemur, karena menurut paman turun Jemur lebih cepat jalurnya menuju Rungkut. Ternyata harus pakai bus kota dulu, aduh, bakalan lama... Ummi pun coba menawar taksi, tapi tidak berhasil, dan sopir taksi pun memanggilkan temannya pemilik mobil carry yang memang dicharter. Alhamdulillah dengan tarif hanya Rp 30.000 kita diantar sampai tempat. Alhamdulillah sopirnya sangat baik, mau naik turun bertanya-tanya lokasi pabrik ES KRIM CAMPINA di kawan Rungkut Industri Surabaya.

Alhamdulillah belum telat. Sesampainya di halaman pabrik tampak rombongan kami beserta satu rombongan dari sebuah sekolah TK masih menerima pengarahan dari kakak pemandu. Kami pun masuk mengikuti proses belajar di pabrik ES KRIM tertua ini. Diawali dengan  menyaksikan film company profile PT. CAMPINA ES KRIM kami belajar banyak hal tentang es krim CAMPINA, mulai dari proses pembuatan, bahan-bahan yang digunakan dengan dominasi susu dan buah-buahan, juga dijelaskan tentang macam-macam varian ES KRIM CAMPINA, ada Tropicana, Hulahula, Heart, Concerto, Bazooka, Ice Cream Cake dan produk terbarunya LuVe Litee. Setelahnya kami dibawa masuk ke ruang Avatar untuk menikmati ES KRIM yang disuguhkan oleh pihak perusahaan. Hmmm...lezaaat...



Bagi yang es krim nya sudah habis dan membuang sampah di tempatnya, bisa menerima buletin Campina Kids Club, pamflet dan stiker.

Selanjutnya kami meneruskan perjalanan ke ruang produksi. Di sana banyak sekali ruangan dengan para pekerja yang sedang sibuk, mulai dari petugas administrasi, produksi, pengepakan,  sampai petugas mikrobiology yang meneliti kondisi makanan yang siap di jual untuk memastikannya aman dari pencemaran kuman dan bakteri.

Masuk ruang laboratorium dan produksi

Setiap ruangan membuat takjub. Karena semuanya tampak rapi dan serba bersih, juga serba canggih kata anak-anak. Dalam ruang produksi tidak diperbolehkan mempergunakan HP atau kamera untuk mengambil gambar. Di salah satu ruangan ada ruang kantin, di sana adalah tempat para karyawan menyantap makanan, karena tidak boleh makan di sembarang tempat. Dan yang menarik lagi adalah ruangan itu merupakan ruangan bebas daging, pembiasaan makan dengan sayur-sayuran yang di terapkan untuk para karyawan, wujud kepedulian CAMPINA dalam mendukung upaya-upaya pelestarian lingkungan dengan menerapkan pola makan sehat.

Selanjutnya kami memasuki ruang produksi. Terlihat dari balik kaca bagaimana es krim dicetak dan dikemas oleh para karyawan yang berpakaian serba putih, mulai dari penutup kepala sampai sepatu boot nya. Rupanya kebersihan menjadi hal yang sangat penting di tempat ini. Pantas saja, karena produksi makanan memang produksi yang rawan dengan pencemaran kuman dan bakteri. Di setiap ruangan bau harum coklat dan vanila begitu menggoda...hmmm...sedaap...

Keluar dari ruang produksi kami di bawa ke ruang penyimpanan es krim yang sudah siap dikirim ke seluruh pelosok nusantara. Karena suhu ruangan berada di bawah -20 derajat celcius maka sebelum masuk kami dibagikan Freezer Jacket, seperti juga karyawan di ruangan ini, semuanya memakai Freezer Jacket




Masuk ruang freezer hanya sebentar. Disana terasa sangat dingin, bbrrrr....seperti di kutub.

Keluar dari ruang freezer kami istirahat di lobi sambil menikmati es krim yang dibeli dari fending machine, waaah.... asyik...



Alhamdulillah perjalanan pulang juga lancar. Pukul 16.30 WIB sudah sampai lagi di Pare. Meski belajar di pabrik hanya sebentar tapi dari perjalanan PP Pare-Surabaya juga banyaaak sekali hal-hal yang bisa kami pelajari. Alhamdulillah... semoga perjalanan ini berkah dan ilmu yang kami dapatkan bermanfaat, aamiin.