Selasa, 04 Juni 2013

Yang Berat Ini Semoga Penuh Berkah

Mulai terasa, mau dibilang mudah sebenarnya sih bisa, tapi inilah fakta, upaya mendekatkan diri dengan Al-Qur'an, mendekat sedekat-dekatnya, banyak berinteraksi dengannya, menjadikannya hal terpenting diantara yang penting, dan merasakan kenikmatan saat bercengkerama dengannya ternyata bukanlah hal mudah, berat, setidaknya itu yang sedang kami rasakan.


Mungkin kami masih sangat minim dalam ilmu, mungkin kami masih sangat lemah dalam bersungguh, mungkin kami masih kurang dalam berlatih. Yah, bisa jadi itu semua menjadi salah satu penyebab, yang jelas sebab-sebab itu ada karena kelemahan diri kami. Tak ada lagi yang bisa kami harapkan selain kemurahan, kasih sayang dan berkah Alloh SWT, untuk kami semua.

Semoga Alloh SWT memberkahi upaya kalian pagi ini untuk kembali menikmati indahnya ayat-ayat Alloh.  Fathin, 'Abdan, Fahri, kami yakin Alloh Maha Melihat . Setelah kelelahan-kelelahan yang kalian rasakan, juga  kejemuan-kejemuan itu semoga hanya menjadi bumbu saja di antara lezatnya kenikmatan yang Alloh janjikan. Ummi dan Abi senantiasa memohon kepada Alloh agar diberikan kekuatan untuk selalu dan selalu mememperbaiki diri, memohon kepada Alloh akan rahmat-Nya untuk kita semua, untuk bisa membimbing kalian menuju cahaya itu. Ummi dan Abi senantiasa memohon agar kelemahan-kelemahan kami tidak menjadi penghalang bagi cahaya yang Alloh pancarkan untuk kalian. 

Ya Alloh, dengan Al-Qur'an, karuniakanlah kasih sayang-Mu kepada kami. Jadikan Al-Qur'an sebagai cahaya, hidayah dan sumber rahmat bagi kami.

Ya Alloh, ingatkan kami bila ada ayat yang kami lupa mengingatnya. Ajarkan pada kami, ayat yang kami bodoh memahaminya. Karuniakan pada kami kenikmatan membacanya, sepanjang waktu, baik tengah malam atau tengah hari. Jadikan Al-Qur'an bagi kami sebagai hujjah, ya Robbal 'Aalamiin.


Jumat, 03 Mei 2013

Fahri, Bisa Mengimami Sholat Adik-Adik Dengan Bacaan Surat Yang Fashih


si kuat yang lembut hatinya, hafidz insyaAlloh
Mengimami, ya mengimami, mengambil keputusan yang cepat tentang surat yang dibaca dan melafadzkannya dengan cukup fashih. Subhaanalloh, benar-benar pandangan yang menyejukkan mata. Dalam menghafal pun cukup menakjubkan, karena engkau bisa menghafal dengan cepat, mungkin karena sering dengar hafalan Ummi, Abi dan akak-kakakmu. Bacaanmu yang fashih membuat Ummi sangat senang saat mengajarimu membaca Al-Qur’an, lidah dan mulutmu sangat mudah menirukan fashohah yang Ummi ajarkan, subhaanalloh. Dan ketika Ummi adakan lomba menghafal antar 3 anak laki2 ini engkaulah pemenangnya karena engkau lebih lancar melafadzkan surat yang engkau ambil untuk dihafal dibanding kakak-kakakmu, meski demikian sesungguhnya kakak-kakakmu juga juara, karena saat ini mereka juga sedang bersungguh menghafalkan Al-Qur’an.

Menjelang usia ke-6 ini Ummi dan Abi juga engkau buat takjub, tiada yang pantas dipuji selain Alloh. Belum juga Ummi siap mengajarkan step demi step metode cara membaca menggunakan metode fonik yang sedikit banyak sudah Ummi fahami, baru sampai huruf a kayaknya, e… dengna tiba-tiba (Ummi yang kurang perhatian kali ^^), engkau bisa membaca beberapa kata di sebuah buku. Lalu Ummi dan Abi coba di kata yang lain, engkau juga bisa meski masih terbata-bata. Bahkan untuk kata-kata yang mengandung huruf mati, diftong, sekali diajari engkau segera bisa. Sejak itu sering engkau tiba-tiba berdiam saat melihat selintas sebuah tulisan, bahkan ketika nonton film yang ada terjemahnya (bahasa Indonesia) engkau klik tombol paus untuk membaca tulisannya. Subhalalloh, luar biasa, Alloh telah mengajarakan manusia dengan perantaraan kalam.  Sekarang yang menjadi tugas ummi adalah sebanyak-banyaknya membuat kegiatan membaca menjadi kegiatan menarik, sehingga potensimu untuk bisa meraup lautan ilmu sejak dini bisa segera terpenuhi. Jangan sampai kesempatan ini terlewatkan, dan jangan sampai ketakjuban ummi atas kemampuan mambacamu yang luar biasa ini menjadi sesuatu yang memprihatinkan karena engkau bisa tapi tidak gemar membaca, semoga tidak sampai sepert itu.

Begitupun dengan kegiatan berhitung, engkau begitu mudah mempelajarinya. Konsep-konsep matematika begitu mudah engkau serap. Semoga ini menjadi bekal yang menguatkan proses belajarmu kedepan. 

Begitulah Fahri, meski kadang-kadang suka jahil dan nagisnya kencang tapi sebenarnya hatinya sangat lembut. Sepertinya tepat sekali jika Ummi dan Abi menamakanmu si kuat seperti Nabi Daud dan si lembut hati.

Semoga Ummi dan Abi berkesempatan mengantarkanmu menjadi lelaki sholihah yang dirindukan surga, aamiin.


Kamis, 02 Mei 2013

Nayla 4 Tahun, Subhanalloh... Si Cantik Yang Pintar

Si Cantik calon Hafidzoh

Satu momen yang insyaAlloh tidak akan engkau lupakan menjelang usia  4 tahun mu adalah ketika engkau ingin makan es krim, lalu Ummi mengajakmu untuk terus berdo’a, memintanya pada Alloh, engkau pun menurutinya, dan Alhamdulillah sekitar satu pekan berdo’a Alloh mengabulkannya. Saat berdo’a Ummi selalu mengatakan, bisa saja Alloh memberikan es krim pada mbak Nayla, bisa lewat tangannya Ummi, bisa lewat tangannya Abi, bisa lewat tangannya mbah Ti, mbah Kung atau siapa saja. Ummi sudah hampir bersungguh untuk menyisihkan uang demi membuktikan bahwa do’amu memang didengar dan dikabulkan Alloh, Alhamdulillah rezeki tak disangka datang, tiba-tiba saja engkau bersama de’ Yumna dan Mas Fahri dapat sangu dari relasi kerja ummi, pak Ucit-Lundry. Subhanalloh… do’amu benar-benar terkabul, nak.

Engkau seorang gadis cilik yang cantik dan pintar, tak ingin Ummi melewatkan  saat-saat berhargamu ini, ingin kutanam sebanyak-banyaknya benih kebaikan dan cinta-Nya, hingga tumbuh dalam sanubarimu dan menjadi penghias indah taman hatimu. Engkau sudah pandai menghafal Al-Qur’an hanya karena mendengar kakak-kakakmu menghafal, engkau juga sudah bisa belajar membaca buku Ummi dengan senang, meski ini belum bisa teratur, Ummi ingin mencari metode paling menyenangkan untuk mengajarimu menghafal dan membaca Al-Qur’an.

Egkau juga sangat pandai bermain peran, bersama de’ Yumna dan mas Fahri engkau memainkan peran apa saja. Oh iya engkau adalah satu-satunya anak ummi yang tergores jeruji kakimu saat masih berusia 3 tahun, Alhamdulillah Alloh menunjukkan kembali tanda-tanda kekuasaan-Nya, kakimu sembuh tanp obat, Ummi dan Abi mencoba meyakini janji Alloh bahwa ia telah menciptakan manusia lengkap dengan anti bodinya, kakimu sembuh dengan dibersihkan setiap hari, diganti perban dan di tetesi betadin, itu saja. Memang Alloh tak pernah menyalahi janji.

Badanmu yang gemuk sehat juga membuat Ummi Abi senantiasa bersyukur, karena saat bayi badanmu termasuk kecil… subhanalloh setelah Ummi susui kembali bareng de’ Yumna selama kurang lebih 3 bulan badanmu berangsur  membesar, gemuk sedang, cukupan ya, dan sehat, alhamdulillah.

Yang agak sulit dikendalikan adalah saat marah, agak sensi. Semoga Alloh berkenan memberikan petunjuk dan kekuatan untuk mengantarkanmu menjadi wanita sholihah yang dirindukan surga. Saat ini hafalanmu sudah memasuki surat At-Takatsur. Subahanalloh.